Chevron Kolaborasi Tingkatkan Produktivitas Petambak Udang di Berau
Kamis, 18 Desember 2025 - 09:37 WIB
loading...
Chevron kolaborasi menjalankan Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (MESTI). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi antara Chevron, Pemerintah Kabupaten Berau, organisasi nirlaba Pact, serta mitra konservasi lokal berhasil memperkuat praktik tambak udang berkelanjutan melalui Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (MESTI). Program yang berjalan sejak 2022 hingga 2025 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ini mendukung masyarakat pesisir Desa Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara meningkatkan produktivitas tambak sekaligus menjaga ekosistem mangrove.
Program MESTI dirancang untuk menjawab tantangan degradasi mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak udang. Melalui pendekatan SECURE—yang menata area budidaya, restorasi, dan perlindungan, petambak mampu memperoleh hasil panen lebih stabil di lahan yang lebih kecil, sambil membuka ruang pemulihan mangrove. Pendekatan ini didukung hibah sosial dari Chevron USA yang disalurkan melalui Pact dan organisasi konservasi lokal.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas dampak nyata kolaborasi tersebut. "Upaya ini penting karena ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan, sumber pendapatan, perlindungan, serta ketahanan pangan dan sosial. Saya melihat perbedaan yang jelas antara tambak udang sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan SECURE," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Tambak Udang Berkelanjutan KKP Tegakkan Ekonomi Daerah
Dalam implementasinya, para petambak mengikuti pelatihan field school dengan 15 modul pembelajaran, mulai dari pemetaan ekosistem hingga perencanaan usaha akuakultur, yang dilanjutkan dengan program training of trainers agar pengetahuan dapat diwariskan di tingkat komunitas. Inovasi pembenihan udang juga diterapkan untuk meningkatkan kualitas benih dan menekan risiko kematian dini.
Hasilnya, petambak di Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara mampu mencapai produksi setara dengan tambak yang lebih luas, sehingga mengurangi tekanan pembukaan hutan mangrove. Panen yang lebih konsisten mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga hampir 50% pada periode 2022–2025, serta kenaikan pendapatan langsung petambak hingga 12% pada 2023–2025.
Baca Juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Trenggono Akan Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Sumbawa
Dampak sosial ekonomi turut diperkuat melalui pembentukan tiga koperasi usaha yang melibatkan 53 perempuan. Koperasi ini mengolah hasil tambak menjadi produk bernilai tambah, seperti terasi dan stik kepiting, dengan dukungan sistem tenaga surya berkapasitas 5 kWp yang memungkinkan peningkatan skala produksi dan pendapatan kolektif sekitar Rp40 juta per bulan.
Selama tiga tahun, Program MESTI telah diterapkan pada lahan percontohan seluas 110 hektare dan kini dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini menjadi contoh bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, organisasi nirlaba, dan sektor swasta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus memulihkan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Program MESTI dirancang untuk menjawab tantangan degradasi mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak udang. Melalui pendekatan SECURE—yang menata area budidaya, restorasi, dan perlindungan, petambak mampu memperoleh hasil panen lebih stabil di lahan yang lebih kecil, sambil membuka ruang pemulihan mangrove. Pendekatan ini didukung hibah sosial dari Chevron USA yang disalurkan melalui Pact dan organisasi konservasi lokal.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas dampak nyata kolaborasi tersebut. "Upaya ini penting karena ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan, sumber pendapatan, perlindungan, serta ketahanan pangan dan sosial. Saya melihat perbedaan yang jelas antara tambak udang sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan SECURE," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Tambak Udang Berkelanjutan KKP Tegakkan Ekonomi Daerah
Dalam implementasinya, para petambak mengikuti pelatihan field school dengan 15 modul pembelajaran, mulai dari pemetaan ekosistem hingga perencanaan usaha akuakultur, yang dilanjutkan dengan program training of trainers agar pengetahuan dapat diwariskan di tingkat komunitas. Inovasi pembenihan udang juga diterapkan untuk meningkatkan kualitas benih dan menekan risiko kematian dini.
Hasilnya, petambak di Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara mampu mencapai produksi setara dengan tambak yang lebih luas, sehingga mengurangi tekanan pembukaan hutan mangrove. Panen yang lebih konsisten mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga hampir 50% pada periode 2022–2025, serta kenaikan pendapatan langsung petambak hingga 12% pada 2023–2025.
Baca Juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Trenggono Akan Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Sumbawa
Dampak sosial ekonomi turut diperkuat melalui pembentukan tiga koperasi usaha yang melibatkan 53 perempuan. Koperasi ini mengolah hasil tambak menjadi produk bernilai tambah, seperti terasi dan stik kepiting, dengan dukungan sistem tenaga surya berkapasitas 5 kWp yang memungkinkan peningkatan skala produksi dan pendapatan kolektif sekitar Rp40 juta per bulan.
Selama tiga tahun, Program MESTI telah diterapkan pada lahan percontohan seluas 110 hektare dan kini dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini menjadi contoh bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, organisasi nirlaba, dan sektor swasta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus memulihkan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :