Pemerintah Sudah Kucurkan Subsidi dan Kompensasi Rp345,1 T, Wamenkeu: Kuota Memadai
Kamis, 18 Desember 2025 - 19:39 WIB
loading...
Hingga akhir November, Suahasil menjelaskan realisasi subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp345,1 triliun atau setara 72,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan, penyaluran barang bersubsidi masih berjalan sesuai dengan perencanaan pemerintah. Hingga akhir November, Suahasil menjelaskan realisasi subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp345,1 triliun atau setara 72,6% dari pagu yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ).
“Ketersediaan kuota subsidi tetap memadai hingga akhir tahun,” ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (18/12/2025).
Suahasil menjelaskan bahwa penyaluran subsidi energi dilakukan secara berkala setiap bulan. Sementara itu pembayaran kompensasi untuk tahun 2024 serta kuartal I 2025 telah diselesaikan oleh pemerintah.
Baca Juga: Alokasi Subsidi dan Kompensasi 2025 Capai Rp479 Triliun, Purbaya Ungkap Rinciannya
Salah satu pos utama dalam subsidi adalah Bahan Bakar Minyak atau BBM. Dari target penyaluran sekitar 19 juta kiloliter (KL) pada 2025, realisasi hingga akhir November telah mencapai 15,6 juta KL atau 80,4% dari target.
“Jika ditinjau sejak 2023 hingga periode 2024-2025, volume penyaluran BBM bersubsidi menunjukkan tren peningkatan,” ungkapnya.
Untuk LPG 3 kilogram, pemerintah menetapkan kuota sebesar 8,17 juta kilogram pada 2025. Hingga akhir November, realisasinya tercatat 7,092 juta kilogram, atau 86,8% dari target yang ditetapkan.
Secara tren konsumsi LPG 3 kg terus meningkat dengan pertumbuhan 4,5% pada 2023, 2% pada 2024, dan diperkirakan tumbuh 3,4% pada 2025. Baca Juga: Bahlil Lapor ke Prabowo, Kompensasi dan Subsidi Listrik Habis Rp210 Triliun
Sementara itu penyaluran listrik bersubsidi juga mengalami kenaikan. Dari target 42,1 juta pelanggan pada 2025, realisasi hingga akhir November telah mencapai 42,6 juta pelanggan.
“Pelanggan ini mencakup golongan 450 VA dan 900 VA. Pertumbuhan pelanggan listrik bersubsidi tercatat 2,5 persen pada 2023, meningkat menjadi 4,3 persen pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh 2,6 persen pada 2025,” jelas Suahasil.
Adapun penyaluran pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 8,9 juta ton pada 2025. Hingga akhir November, realisasi telah mencapai 7,5 juta ton atau 84,3% dari target.
Suahasil menilai pemanfaatan pupuk bersubsidi meningkat cukup signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan pertumbuhan pada 2025 diperkirakan mencapai 11,2%.
“Ketersediaan kuota subsidi tetap memadai hingga akhir tahun,” ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (18/12/2025).
Suahasil menjelaskan bahwa penyaluran subsidi energi dilakukan secara berkala setiap bulan. Sementara itu pembayaran kompensasi untuk tahun 2024 serta kuartal I 2025 telah diselesaikan oleh pemerintah.
Baca Juga: Alokasi Subsidi dan Kompensasi 2025 Capai Rp479 Triliun, Purbaya Ungkap Rinciannya
Salah satu pos utama dalam subsidi adalah Bahan Bakar Minyak atau BBM. Dari target penyaluran sekitar 19 juta kiloliter (KL) pada 2025, realisasi hingga akhir November telah mencapai 15,6 juta KL atau 80,4% dari target.
“Jika ditinjau sejak 2023 hingga periode 2024-2025, volume penyaluran BBM bersubsidi menunjukkan tren peningkatan,” ungkapnya.
Untuk LPG 3 kilogram, pemerintah menetapkan kuota sebesar 8,17 juta kilogram pada 2025. Hingga akhir November, realisasinya tercatat 7,092 juta kilogram, atau 86,8% dari target yang ditetapkan.
Secara tren konsumsi LPG 3 kg terus meningkat dengan pertumbuhan 4,5% pada 2023, 2% pada 2024, dan diperkirakan tumbuh 3,4% pada 2025. Baca Juga: Bahlil Lapor ke Prabowo, Kompensasi dan Subsidi Listrik Habis Rp210 Triliun
Sementara itu penyaluran listrik bersubsidi juga mengalami kenaikan. Dari target 42,1 juta pelanggan pada 2025, realisasi hingga akhir November telah mencapai 42,6 juta pelanggan.
“Pelanggan ini mencakup golongan 450 VA dan 900 VA. Pertumbuhan pelanggan listrik bersubsidi tercatat 2,5 persen pada 2023, meningkat menjadi 4,3 persen pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh 2,6 persen pada 2025,” jelas Suahasil.
Adapun penyaluran pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 8,9 juta ton pada 2025. Hingga akhir November, realisasi telah mencapai 7,5 juta ton atau 84,3% dari target.
Suahasil menilai pemanfaatan pupuk bersubsidi meningkat cukup signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan pertumbuhan pada 2025 diperkirakan mencapai 11,2%.
(akr)
Lihat Juga :