Hanya Ada 3 Hari Bursa, Investor Diminta Cermati Sentimen Kunci Ini
Senin, 22 Desember 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
2. Buy ASSA (Current Price: 1.180, Entry: 1.180, Target Price: 1.280 (8,47%), Stop Loss: 1.130 (-4,24%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menarik untuk ditradingkan pekan ini karena dalam jangka pendek konsisten uptrend pada Jumat pekan lalu rejection dari MA20-nya.
3. Buy on Breakout UNVR (Current Price: 2.770, Entry: 2.800, Target Price: 3.000 (7,14%), Stop Loss: 2.700 (-3,57%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Emiten PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menolak turun di bawah MA20 dan price actionnya mengindikasikan potential breakout sehingga layak ditradingkan pekan ini.
Baca Juga: IHSG Diramal Tembus 9.000, OJK: Perlu Diimbangi dengan Kewaspadaan
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi likuiditas, dengan menargetkan pertumbuhan M0 Adjusted dua digit mulai Desember 2025 hingga 2026, guna memperkuat penyaluran likuiditas ke sektor riil seiring sinergi kebijakan fiskal.
Ekspansi ini didukung penurunan posisi SRBI yang menambah likuiditas lebih dari Rp200 triliun serta pembelian SBN di pasar sekunder sebesar Rp327.45 triliun, menciptakan kondisi likuiditas yang lebih longgar dan kondusif bagi penurunan suku bunga, percepatan kredit perbankan, serta pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan domestik. Power Fund Series (PFS) XIHD berpotensi mendapat dukungan dari akselerasi penyaluran kredit perbankan.
3. Buy on Breakout UNVR (Current Price: 2.770, Entry: 2.800, Target Price: 3.000 (7,14%), Stop Loss: 2.700 (-3,57%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Emiten PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menolak turun di bawah MA20 dan price actionnya mengindikasikan potential breakout sehingga layak ditradingkan pekan ini.
Baca Juga: IHSG Diramal Tembus 9.000, OJK: Perlu Diimbangi dengan Kewaspadaan
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi likuiditas, dengan menargetkan pertumbuhan M0 Adjusted dua digit mulai Desember 2025 hingga 2026, guna memperkuat penyaluran likuiditas ke sektor riil seiring sinergi kebijakan fiskal.
Ekspansi ini didukung penurunan posisi SRBI yang menambah likuiditas lebih dari Rp200 triliun serta pembelian SBN di pasar sekunder sebesar Rp327.45 triliun, menciptakan kondisi likuiditas yang lebih longgar dan kondusif bagi penurunan suku bunga, percepatan kredit perbankan, serta pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan domestik. Power Fund Series (PFS) XIHD berpotensi mendapat dukungan dari akselerasi penyaluran kredit perbankan.
(akr)
Lihat Juga :