Tinjau PLTMG Nias, Wapres Pastikan Pasokan Listrik PLN Jelang Libur Nataru
Senin, 22 Desember 2025 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Ia menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjamin pasokan listrik yang andal dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini tidak hanya menggambarkan kesiapan dari sisi pembangkit dan jaringan, tetapi juga layanan yang menjangkau konsumen di titik-titik strategis.
“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt, yang menunjukkan kesiapan PLN menghadapi puncak permintaan listrik selama periode Nataru. Cadangan ini memberikan jaminan bahwa tidak akan ada gangguan pasokan di wilayah vital maupun titik penting lainnya,” jelasnya.
Adi menambahkan kesiapan PLN tidak hanya sebatas jumlah kapasitas tetapi juga kepada optimalisasi operasi pembangkit yang terus berjalan. Koordinasi dengan transmisi dan distribusi, serta kesiagaan teknis di lapangan agar respons terhadap kebutuhan atau potensi gangguan dapat dilakukan dengan cepat. Baca juga: Perjuangan Petugas PLN Diapresiasi, Listrik Jadi Fondasi Pemulihan Aceh
Menjelang periode libur Nataru , PLN telah menyiapkan strategi operasional yang matang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik di berbagai wilayah. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan bahwa beban puncak listrik nasional akan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW) selama periode Nataru, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia mencapai sekitar 53,9 GW.
Ini berarti PLN memiliki cadangan daya sebesar sekitar 7,1 GW (kurang lebih 15,2%), yang mencerminkan kesiapan sistem kelistrikan nasional menghadapi kebutuhan puncak masyarakat. Selain itu, PLN memastikan bahwa pemeliharaan dan operasi jaringan transmisi serta distribusi di wilayah vital dilakukan dengan pendekatan kerja dalam keadaan bertegangan (live-line work), sehingga tidak menimbulkan pemadaman listrik yang tidak direncanakan bagi pelanggan kritikal.
“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt, yang menunjukkan kesiapan PLN menghadapi puncak permintaan listrik selama periode Nataru. Cadangan ini memberikan jaminan bahwa tidak akan ada gangguan pasokan di wilayah vital maupun titik penting lainnya,” jelasnya.
Adi menambahkan kesiapan PLN tidak hanya sebatas jumlah kapasitas tetapi juga kepada optimalisasi operasi pembangkit yang terus berjalan. Koordinasi dengan transmisi dan distribusi, serta kesiagaan teknis di lapangan agar respons terhadap kebutuhan atau potensi gangguan dapat dilakukan dengan cepat. Baca juga: Perjuangan Petugas PLN Diapresiasi, Listrik Jadi Fondasi Pemulihan Aceh
Menjelang periode libur Nataru , PLN telah menyiapkan strategi operasional yang matang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik di berbagai wilayah. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan bahwa beban puncak listrik nasional akan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW) selama periode Nataru, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia mencapai sekitar 53,9 GW.
Ini berarti PLN memiliki cadangan daya sebesar sekitar 7,1 GW (kurang lebih 15,2%), yang mencerminkan kesiapan sistem kelistrikan nasional menghadapi kebutuhan puncak masyarakat. Selain itu, PLN memastikan bahwa pemeliharaan dan operasi jaringan transmisi serta distribusi di wilayah vital dilakukan dengan pendekatan kerja dalam keadaan bertegangan (live-line work), sehingga tidak menimbulkan pemadaman listrik yang tidak direncanakan bagi pelanggan kritikal.
(poe)
Lihat Juga :