Tinjau PLTMG Nias, Wapres Pastikan Pasokan Listrik PLN Jelang Libur Nataru
Senin, 22 Desember 2025 - 16:51 WIB
loading...
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke PLTMG Nias yang memiliki kapasitas sekitar 25 megawatt (MW), Minggu (21/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
GUNUNGSITOLI - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias yang memiliki kapasitas sekitar 25 megawatt (MW), Minggu (21/12/2025). Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran menegaskan kepada jajaran PLN pentingnya menjaga kestabilan sistem kelistrikan di kawasan tersebut, terutama saat kebutuhan listrik masyarakat meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat Kepulauan Nias, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, saya telah tegaskan pada PLN untuk menjaga pasokan energi di Nias,” katanya dalam paparan terkait operasional pembangkit dan sistem pendukungnya. Baca juga: Hampir 4 Juta Kendaraan Bakal Melintas di Jalan Tol Saat Momen Nataru 2025/2026
Wapres menambahkan ketersediaan listrik yang andal memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Wapres berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan daerah. Khususnya wilayah kepulauan.
“Saya juga berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi penguatan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti. Kemudian Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto.
Adi Priyanto menegaskan komitmen PLN dalam mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Kepulauan Nias. "Secara umum PLN siap mensupport pasokan kelistrikan Pulau Nias yang lebih baik lagi dan berkomitmen menberikan pelayanan sepenuh hati," ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjamin pasokan listrik yang andal dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini tidak hanya menggambarkan kesiapan dari sisi pembangkit dan jaringan, tetapi juga layanan yang menjangkau konsumen di titik-titik strategis.
“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt, yang menunjukkan kesiapan PLN menghadapi puncak permintaan listrik selama periode Nataru. Cadangan ini memberikan jaminan bahwa tidak akan ada gangguan pasokan di wilayah vital maupun titik penting lainnya,” jelasnya.
Adi menambahkan kesiapan PLN tidak hanya sebatas jumlah kapasitas tetapi juga kepada optimalisasi operasi pembangkit yang terus berjalan. Koordinasi dengan transmisi dan distribusi, serta kesiagaan teknis di lapangan agar respons terhadap kebutuhan atau potensi gangguan dapat dilakukan dengan cepat. Baca juga: Perjuangan Petugas PLN Diapresiasi, Listrik Jadi Fondasi Pemulihan Aceh
Menjelang periode libur Nataru , PLN telah menyiapkan strategi operasional yang matang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik di berbagai wilayah. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan bahwa beban puncak listrik nasional akan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW) selama periode Nataru, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia mencapai sekitar 53,9 GW.
Ini berarti PLN memiliki cadangan daya sebesar sekitar 7,1 GW (kurang lebih 15,2%), yang mencerminkan kesiapan sistem kelistrikan nasional menghadapi kebutuhan puncak masyarakat. Selain itu, PLN memastikan bahwa pemeliharaan dan operasi jaringan transmisi serta distribusi di wilayah vital dilakukan dengan pendekatan kerja dalam keadaan bertegangan (live-line work), sehingga tidak menimbulkan pemadaman listrik yang tidak direncanakan bagi pelanggan kritikal.
“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat Kepulauan Nias, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, saya telah tegaskan pada PLN untuk menjaga pasokan energi di Nias,” katanya dalam paparan terkait operasional pembangkit dan sistem pendukungnya. Baca juga: Hampir 4 Juta Kendaraan Bakal Melintas di Jalan Tol Saat Momen Nataru 2025/2026
Wapres menambahkan ketersediaan listrik yang andal memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Wapres berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan daerah. Khususnya wilayah kepulauan.
“Saya juga berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi penguatan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti. Kemudian Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto.
Adi Priyanto menegaskan komitmen PLN dalam mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Kepulauan Nias. "Secara umum PLN siap mensupport pasokan kelistrikan Pulau Nias yang lebih baik lagi dan berkomitmen menberikan pelayanan sepenuh hati," ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjamin pasokan listrik yang andal dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini tidak hanya menggambarkan kesiapan dari sisi pembangkit dan jaringan, tetapi juga layanan yang menjangkau konsumen di titik-titik strategis.
“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt, yang menunjukkan kesiapan PLN menghadapi puncak permintaan listrik selama periode Nataru. Cadangan ini memberikan jaminan bahwa tidak akan ada gangguan pasokan di wilayah vital maupun titik penting lainnya,” jelasnya.
Adi menambahkan kesiapan PLN tidak hanya sebatas jumlah kapasitas tetapi juga kepada optimalisasi operasi pembangkit yang terus berjalan. Koordinasi dengan transmisi dan distribusi, serta kesiagaan teknis di lapangan agar respons terhadap kebutuhan atau potensi gangguan dapat dilakukan dengan cepat. Baca juga: Perjuangan Petugas PLN Diapresiasi, Listrik Jadi Fondasi Pemulihan Aceh
Menjelang periode libur Nataru , PLN telah menyiapkan strategi operasional yang matang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik di berbagai wilayah. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan bahwa beban puncak listrik nasional akan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW) selama periode Nataru, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia mencapai sekitar 53,9 GW.
Ini berarti PLN memiliki cadangan daya sebesar sekitar 7,1 GW (kurang lebih 15,2%), yang mencerminkan kesiapan sistem kelistrikan nasional menghadapi kebutuhan puncak masyarakat. Selain itu, PLN memastikan bahwa pemeliharaan dan operasi jaringan transmisi serta distribusi di wilayah vital dilakukan dengan pendekatan kerja dalam keadaan bertegangan (live-line work), sehingga tidak menimbulkan pemadaman listrik yang tidak direncanakan bagi pelanggan kritikal.
(poe)
Lihat Juga :