Nindya Karya Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh dan Sumatera

Senin, 22 Desember 2025 - 18:56 WIB
loading...
Nindya Karya Percepat...
Nindya Karya bergerak cepat mendukung penanganan darurat dan percepatan pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Nindya Karya bergerak cepat mendukung penanganan darurat dan percepatan pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Perusahaan konstruksi pelat merah ini mengerahkan sumber daya secara masif, mulai dari bantuan logistik, dukungan infrastruktur, hingga personel lapangan sejak 28 November 2024 atau tiga hari setelah bencana melanda.

Langkah strategis ini dilakukan melalui sinergi bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta keluarga besar BUMN di bawah naungan Danantara dan Holding Danareksa. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan di tiga provinsi terdampak utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan bagi para korban. "Bagi kami, pemulihan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kembali harapan. Melalui penyaluran bantuan sembako, pelayanan di posko dan dapur umum, hingga kerja nyata di lapangan, kami berupaya memastikan setiap bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Menjadi 1.090 Jiwa

Di sektor infrastruktur, Nindya Karya menerjunkan puluhan alat berat untuk membuka akses vital yang terputus. Di Aceh dan Sumatera Barat, belasan unit excavator dan wheel loader dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Sementara itu, dukungan lebih intensif diberikan di Sumatera Utara dengan mengirimkan 16 unit IPA Mobile, jembatan Bailey, hingga alat berat seperti grader dan bulldozer untuk menormalisasi mobilitas warga.

Salah satu fokus utama pengerjaan di lapangan saat ini adalah pembangunan Jembatan Bailey di Desa Aek Garoga, Batang Toru, Sumatera Utara. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung sementara bagi masyarakat yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur jalan. Selain itu, tim di lapangan juga aktif melakukan pengerukan sungai guna meminimalisir potensi banjir susulan di wilayah pemukiman.



Tidak hanya fokus pada alat berat, Nindya Karya juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan pengungsi melalui pendirian Posko dan Dapur Umum Nindya Peduli di Batang Toru. Fasilitas ini dilengkapi dengan sarana air bersih dan penyediaan makanan hangat setiap hari. Selain menjadi tempat beristirahat, posko ini juga menyelenggarakan kegiatan hiburan bagi anak-anak sebagai bentuk dukungan pemulihan psikososial (trauma healing).

Baca Juga: Menteri PU Ungkap 123 Jalan dan 95 Jembatan Daerah Terdampak Banjir Sumatera

Kehadiran jajaran manajemen di titik-titik bencana, termasuk Direktur Pengembangan Bisnis dan SDM Eduard Batubara yang meninjau langsung posko di Tapanuli Selatan, menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memantau efektivitas bantuan. Manajemen memastikan bahwa keterbatasan akses akibat bencana tidak menjadi penghalang dalam mendistribusikan kebutuhan pokok seperti pakaian layak pakai dan sembako secara bertahap. Melalui komitmen jangka panjang dan sinergi bersama para pemangku kepentingan, Nindya Karya berharap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terdampak dapat kembali pulih.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
39.000 Hektare Sawah...
39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
Legislator Sebut Kecepatan...
Legislator Sebut Kecepatan Pertamina Tangani Bencana Sumatera Dirasakan Betul
Bencana Sumatera Lebih...
Bencana Sumatera Lebih Dipicu Aktivitas Ilegal, Bukan Sawit
Pascabencana Sumatera,...
Pascabencana Sumatera, Kementrans Fokus Pulihkan Kawasan Transmigrasi
Dikepung Bencana, Pertamina...
Dikepung Bencana, Pertamina Jadi Garda Depan dalam Situasi Darurat
Dana Transfer ke Daerah...
Dana Transfer ke Daerah Bencana Sumatera Tak Dipotong, Purbaya: tapi Habiskan Dulu
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Membangun Kesadaran...
Membangun Kesadaran Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah Dasar
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved