IATA Gandeng KPP Mining, Target Produksi Batubara Naik hingga 7 Juta Ton/Tahun
Selasa, 23 Desember 2025 - 14:22 WIB
loading...
Signing Ceremony Mining Contractor Agreement antara PT Arthaco Prima Energy, Anak Perusahaan PT MNC Energy Investments Tbk dengan Kontraktor PT Kalimantan Prima Persada. Foto/Aziz Indra.
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak usahanya PT Arthaco Prima Energy (APE) menjalin kerja sama jasa pertambangan batubara dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Target peningkatan produksi dipasang dari sekitar 3 juta ton pada tahun pertama hingga mencapai 7 juta ton per tahun.
"Dengan dukungan kontraktor yang memiliki kompetensi tinggi, IATA memiliki keyakinan lebih besar untuk mencapai seluruh target produksi. Ke depan target produksi kami mencapai 7 juta ton per tahun. Sementara untuk 2026 kami tengah mengajukan RKAB dengan target sekitar 7,5 juta ton,” ujar Direktur Utama IATA Suryo Eko Hadianto usai Sign Off Ceremony Mining Contractor Agreement di iNews Tower lt 3, Selasa (23/12/2025).
Diterangkan bahwa pemilihan KPP Mining didasarkan pada kompetensi teknis dan rekam jejak perusahaan sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia. PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) merupakan, anak usaha United Tractors (IDX: UNTR) yang merupakan bagian dari grup Astra.
Baca Juga: MNC Energy Investments dan KPP Mining Jalin Kerja Sama Jasa Pertambangan Batubara Senilai Rp5 T
“Pemilihan KPP Mining didasarkan pada kompetensi teknis yang sudah tidak diragukan lagi. KPP merupakan salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia, sehingga kami memiliki keyakinan lebih tinggi untuk mencapai seluruh target produksi yang telah ditetapkan,” ujar Suryo.
Perjanjian ini memiliki jangka waktu 5 tahun, terhitung mulai Januari 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp5 triliun, di mana KPP Mining akan bertindak selaku kontraktor jasa pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Kenalkan Dunia Tambang Batubara ke Mahasiswa, MNC Energy Investments Sambangi Unsri
Selama masa kontrak, target produksi batubara ditetapkan mencapai 33,6 juta metric ton (MT), dengan target produksi pada tahun pertama (2026) sebesar 3 juta MT, dengan total volume material yang akan dikelola selama periode kerja sama mencapai 140,9 juta bank cubic meter (BCM).
Ke depannya, IATA menargetkan peningkatan skala produksi hingga dua digit atau di atas 10 juta ton per tahun. Selain itu perseroan juga membuka peluang pengembangan usaha melalui akuisisi tambang di lokasi lain, termasuk di luar Pulau Sumatera, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
"Dengan dukungan kontraktor yang memiliki kompetensi tinggi, IATA memiliki keyakinan lebih besar untuk mencapai seluruh target produksi. Ke depan target produksi kami mencapai 7 juta ton per tahun. Sementara untuk 2026 kami tengah mengajukan RKAB dengan target sekitar 7,5 juta ton,” ujar Direktur Utama IATA Suryo Eko Hadianto usai Sign Off Ceremony Mining Contractor Agreement di iNews Tower lt 3, Selasa (23/12/2025).
Diterangkan bahwa pemilihan KPP Mining didasarkan pada kompetensi teknis dan rekam jejak perusahaan sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia. PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) merupakan, anak usaha United Tractors (IDX: UNTR) yang merupakan bagian dari grup Astra.
Baca Juga: MNC Energy Investments dan KPP Mining Jalin Kerja Sama Jasa Pertambangan Batubara Senilai Rp5 T
“Pemilihan KPP Mining didasarkan pada kompetensi teknis yang sudah tidak diragukan lagi. KPP merupakan salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia, sehingga kami memiliki keyakinan lebih tinggi untuk mencapai seluruh target produksi yang telah ditetapkan,” ujar Suryo.
Perjanjian ini memiliki jangka waktu 5 tahun, terhitung mulai Januari 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp5 triliun, di mana KPP Mining akan bertindak selaku kontraktor jasa pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Kenalkan Dunia Tambang Batubara ke Mahasiswa, MNC Energy Investments Sambangi Unsri
Selama masa kontrak, target produksi batubara ditetapkan mencapai 33,6 juta metric ton (MT), dengan target produksi pada tahun pertama (2026) sebesar 3 juta MT, dengan total volume material yang akan dikelola selama periode kerja sama mencapai 140,9 juta bank cubic meter (BCM).
Ke depannya, IATA menargetkan peningkatan skala produksi hingga dua digit atau di atas 10 juta ton per tahun. Selain itu perseroan juga membuka peluang pengembangan usaha melalui akuisisi tambang di lokasi lain, termasuk di luar Pulau Sumatera, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
(akr)
Lihat Juga :