InJourney Transformasi Bandara Hadirkan Layanan Optimal Hadapi Puncak Libur Nataru 2025/2026
Selasa, 23 Desember 2025 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Bandara di bawah InJourney Airports menjadi lebih siap menghadapi lonjakan penumpang, termasuk pada musim liburan akhir tahun kali ini. Hal tersebut tak lepas dari transformasi bandara yang dilakukan InJourney. Transformasi bandara oleh InJourney Airports dijalankan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pendekatan 3P yakni Premises, Process, dan People.
Seluruh inisiatif dirancang berbasis riset berkelanjutan, termasuk program mystery traveler, untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan pain points utama penumpang secara sistematis. Melalui transformasi ini, InJourney memperkuat posisi bandara sebagai gerbang pengalaman pariwisata Indonesia yang efisien, humanis, dan berstandar global.
Implementasi transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui revitalisasi dan rezoning terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia. Transformasi dilakukan untuk menciptakan pembagian fungsi terminal yang lebih jelas, efisien, dan berorientasi pada pengalaman penumpang.
Baca Juga: InJourney Airports Tuntaskan Transformasi Terminal Umrah dan Haji Bandara Soekarno-Hatta
InJourney juga memastikan kesiapan ekosistem pariwisata selama libur Nataru 2025/2026. Sejumlah hotel serta destinasi pariwisata di bawah InJourney Group telah mempersiapkan sejumlah program istimewa untuk menyambut kenaikan pengunjung selama libur akhir tahun ini.
Dari sisi penginapan, InJourney memperkirakan ada peningkatan okupansi hotel di InJourney Hospitality sebesar 3,3%, dengan okupansi diperkirakan sebesar 74%. Okupansi tertinggi diprediksi ada di wilayah klaster Bali dan Jawa.
“InJourney Grup akan menangkap peluang berdasarkan tren pariwisata yang naik. Pada saat yang sama, InJourney juga melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan pelayanan yang optimal sehingga perjalanan wisatawan melalui bandara InJourney Group dan destinasi pariwisata dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Maya Watono.
Seluruh inisiatif dirancang berbasis riset berkelanjutan, termasuk program mystery traveler, untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan pain points utama penumpang secara sistematis. Melalui transformasi ini, InJourney memperkuat posisi bandara sebagai gerbang pengalaman pariwisata Indonesia yang efisien, humanis, dan berstandar global.
Implementasi transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui revitalisasi dan rezoning terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia. Transformasi dilakukan untuk menciptakan pembagian fungsi terminal yang lebih jelas, efisien, dan berorientasi pada pengalaman penumpang.
Baca Juga: InJourney Airports Tuntaskan Transformasi Terminal Umrah dan Haji Bandara Soekarno-Hatta
InJourney juga memastikan kesiapan ekosistem pariwisata selama libur Nataru 2025/2026. Sejumlah hotel serta destinasi pariwisata di bawah InJourney Group telah mempersiapkan sejumlah program istimewa untuk menyambut kenaikan pengunjung selama libur akhir tahun ini.
Dari sisi penginapan, InJourney memperkirakan ada peningkatan okupansi hotel di InJourney Hospitality sebesar 3,3%, dengan okupansi diperkirakan sebesar 74%. Okupansi tertinggi diprediksi ada di wilayah klaster Bali dan Jawa.
“InJourney Grup akan menangkap peluang berdasarkan tren pariwisata yang naik. Pada saat yang sama, InJourney juga melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan pelayanan yang optimal sehingga perjalanan wisatawan melalui bandara InJourney Group dan destinasi pariwisata dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Maya Watono.
(akr)
Lihat Juga :