Geopolitik Global Memanas, Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:00 WIB
loading...
Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat (26/12/2025). FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat (26/12/2025), melanjutkan reli bersejarah di akhir tahun. Emas naik 1,2% menjadi USD4.549,71 per ons menyusul perak yang melesat 6% ke level USD76,46 per ons.
Kenaikan tersebut kontras dengan pelemahan minor di pasar saham AS pasca-libur Natal, di mana indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite masing-masing bergerak stagnan dengan penurunan kurang dari 0,1%.
Reli logam mulia ini didorong oleh peningkatan ketegangan geopolitik global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed). Ketegangan meningkat menyusul serangan udara AS di Nigeria dan tekanan baru terhadap Venezuela.
"Emas melakukan apa yang selalu dilakukannya ketika dunia kehilangan jangkar, emas menjadi jangkar itu sendiri. Selama berabad-abad, emas adalah satu-satunya aset yang tidak pernah goyah. Ketika politik kacau, mata uang melemah, dan inflasi menggerogoti perekonomian, emas tetap menjadi jaminan terakhir yang diakui dunia," ujar analis SPI Asset Management, Stephen Innes dikutip dari Newsmax, Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Naik Sentuh Level Rp2.589.000 per Gram
Faktor pendukung lainnya adalah pelemahan nilai tukar dolar AS, yang membuat emas lebih murah bagi investor internasional. Sentimen pasar juga dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di tahun 2026.
Pelaku pasar memprediksi setidaknya dua kali pemotongan suku bunga, lebih agresif dari proyeksi resmi The Fed yang hanya sekali. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga yang lebih rendah ini mendorong aliran modal menuju aset safe-haven seperti emas.
Baca Juga: Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Waktunya Beli atau Jual?
Emas dengan pencapaian rekor baru ini mengukuhkan perannya sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah meningkatnya volatilitas dan ketegangan di panggung global, menutup tahun 2025 dengan performa yang sangat kuat.
Kenaikan tersebut kontras dengan pelemahan minor di pasar saham AS pasca-libur Natal, di mana indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite masing-masing bergerak stagnan dengan penurunan kurang dari 0,1%.
Reli logam mulia ini didorong oleh peningkatan ketegangan geopolitik global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed). Ketegangan meningkat menyusul serangan udara AS di Nigeria dan tekanan baru terhadap Venezuela.
"Emas melakukan apa yang selalu dilakukannya ketika dunia kehilangan jangkar, emas menjadi jangkar itu sendiri. Selama berabad-abad, emas adalah satu-satunya aset yang tidak pernah goyah. Ketika politik kacau, mata uang melemah, dan inflasi menggerogoti perekonomian, emas tetap menjadi jaminan terakhir yang diakui dunia," ujar analis SPI Asset Management, Stephen Innes dikutip dari Newsmax, Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Naik Sentuh Level Rp2.589.000 per Gram
Faktor pendukung lainnya adalah pelemahan nilai tukar dolar AS, yang membuat emas lebih murah bagi investor internasional. Sentimen pasar juga dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di tahun 2026.
Pelaku pasar memprediksi setidaknya dua kali pemotongan suku bunga, lebih agresif dari proyeksi resmi The Fed yang hanya sekali. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga yang lebih rendah ini mendorong aliran modal menuju aset safe-haven seperti emas.
Baca Juga: Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Waktunya Beli atau Jual?
Emas dengan pencapaian rekor baru ini mengukuhkan perannya sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah meningkatnya volatilitas dan ketegangan di panggung global, menutup tahun 2025 dengan performa yang sangat kuat.
(nng)
Lihat Juga :