Harga Tembaga Meroket, Sering Jadi Pertanda bagi Perekonomian

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:39 WIB
loading...
Harga Tembaga Meroket,...
Komoditas logam mengalami tahun yang luar biasa seiring dengan lonjakan harga emas dan perak baru-baru ini, namun ada logam ketiga yang juga ikut mencetak rekor tertinggi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Komoditas logam mengalami tahun yang luar biasa seiring dengan lonjakan harga emas dan perak baru-baru ini, namun ada logam ketiga yang juga ikut mencetak rekor tertinggi. Harga tembaga terpantau telah meningkat lebih dari 35% di sepanjang tahun 2025.

Tembaga diyakini siap untuk mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2009, didorong oleh meningkatnya permintaan teknologi, keterbatasan pasokan, dan ketidakpastian tarif. Harga tembaga global secara resmi melampaui USD12.000 per ton di London Metal Exchange pada awal pekan lalu untuk pertama kalinya dan trennya terus terus meningkat.

Karakteristik Tembaga

Setiap jenis logam bereaksi sedikit berbeda terhadap kondisi ekonomi, dan tidak terkecuali buat tembaga. Namun berbeda dengan emas dan perak, tembaga tidak begitu dipengaruhi langsung oleh sentimen investor atau ekspektasi ekonomi. Pergerakan harganya biasanya dapat dikaitkan dengan pertumbuhan fisik dan ekspansi.

Tembaga sering dianggap sebagai barometer ekonomi. Tembaga memainkan peran sentral dalam jaringan listrik, konstruksi, mesin industri, dan lainnya. Ketika ada permintaan untuk jenis barang atau jasa tersebut, ini biasanya merupakan pertanda baik bahwa ekonomi dalam kondisi sehat-membuat tembaga kerap dijuluki Dokter Tembaga.

Baca Juga: Ditemukan Harta Karun Mineral Tersembunyi di Andes! 32 Juta Ons Emas, dan 13 Juta Ton Tembaga

Harga tembaga yang naik sering kali menandakan permintaan industri yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang cepat, sementara penurunan harga tembaga dapat mengindikasikan perlambatan ekonomi, menurut Goldman Sachs Research.

Tembaga adalah “penerima manfaat utama dari investasi dalam infrastruktur jaringan dan energi secara global, karena AI dan pertahanan meningkatkan kebutuhan akan jaringan energi yang kuat dan aman,” tulis analis Goldman Sachs Research, Eoin Dinsmore, dalam sebuah catatan seperti dilansir yahoofinance.

Di sisi lain emas dianggap lebih sebagai aset “safe-haven” dan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sedangkan Perak berada di antara emas dan tembaga dan memiliki tujuan investasi maupun industri.

Namun tembaga sebagian besar bersifat industri. Itu biasanya tidak dibeli untuk disimpan seperti emas atau perak, tetapi dimaksudkan untuk digunakan, itulah sebabnya tembaga biasanya merupakan indikator terkuat dari ketiga logam tersebut bahwa ekonomi sedang bergerak ke arah yang benar.

Alasan Reli Harga Tembaga

Ada beberapa alasan utama mengapa harga tembaga mengalami lonjakan saat ini. Wilayah penghasil tembaga utama seperti Chile dan Indonesia menghadapi tantangan pasokan dan bencana lingkungan yang berkontribusi pada kekurangan tembaga global dan pasar yang lebih ketat.

"Setelah pertumbuhan pasokan tambang tahun ini yang diperkirakan cenderung datar, proyeksi pertumbuhan pasokan tambang untuk 2026 telah turun hanya sekitar +1,4%, atau sekitar 500 kmt lebih rendah dari perkiraan kami di awal tahun," kata Gregory Shearer, kepala strategi logam dasar dan logam mulia di JPMorgan, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Riset INDEF Sebut Indonesia Punya Momentum Strategis untuk Jadi Pemain Global dalam Hilirisasi Tembaga

Penurunan pasokan bukan satu-satunya faktor yang mendorong kenaikan harga. Pada bulan Juli, pemerintahan Trump memberlakukan tarif pada beberapa kategori impor tembaga, yang menambah tekanan pada pasar.

Pada saat yang sama, investasi besar-besaran di sektor AI secara signifikan meningkatkan permintaan karena ketergantungannya pada tembaga untuk pusat data. Salah satu sumber memperkirakan bahwa pusat data AI berskala besar dapat menggunakan hingga 50.000 ton tembaga per fasilitas.

Proyeksi Komoditas Tembaga?

Sejauh ke mana harga tembaga akan bergerak, JPMorgan Global Research memperkirakan harga tembaga akan mencapai USD12.500 per ton pada kuartal kedua 2026, dengan rata-rata sekitar USD12.075 per ton untuk sepanjang tahun.

Meskipun para peneliti optimistis bahwa harga tembaga akan terus naik, para ahli mengatakan bahwa implikasi jangka panjang dari lonjakan harga baru-baru ini masih belum pasti.



“Persimpangan tarif dan harga tembaga pada Juli 2025 menyoroti dinamika kompleks perdagangan global dan pasar komoditas,” kata David Koch, CFP dan direktur manajemen portofolio di Halbert Hargrove.

“Sementara efek langsungnya adalah kenaikan tajam harga tembaga, konsekuensi jangka panjang akan bergantung pada bagaimana pasar, pemerintah, dan industri beradaptasi dengan lingkungan perdagangan belum lama ini.”
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
PT Invetra Teknologi...
PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia
Rekomendasi
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved