Perdana, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke RI
Senin, 29 Desember 2025 - 08:20 WIB
loading...
PT Pertamina Internasional EP (PIEP) melaksanakan pengapalan perdana minyak mentah sebesar 1 juta barel dari Port Arzew, Oran, Aljazair. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Internasional EP (PIEP), Regional Internasional anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, mencatatkan tonggak penting dalam ekspansi global dengan melaksanakan pengapalan perdana minyak mentah sebesar 1 juta barel dari Port Arzew, Oran, Aljazair, menuju Indonesia pada 24 Desember 2025.
Pengapalan ini merupakan produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A yang memastikan keberlanjutan operasi Pertamina di Aljazair selama 25 tahun ke depan. Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata semangat “Bring the Barrel Home” untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair," ujar Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Syamsu menjelaskan, keberhasilan pengapalan perdana ini menegaskan posisi Pertamina sebagai pemain migas internasional yang mampu mengelola aset hulu di luar negeri secara andal. Ia berharap kemitraan strategis dengan perusahaan energi nasional Aljazair, Sonatrach, dapat terus diperkuat dan berkelanjutan.
Hubungan komersial antara Sonatrach dan Pertamina sendiri telah terjalin lebih dari 25 tahun. Kerja sama tersebut dimulai melalui kontrak tahunan pada 2002–2003, berlanjut ke transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).
Menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin dan Vice President Commercialization Sonatrach Mayouf Belgacem, serta disaksikan jajaran pimpinan kedua perusahaan dan perwakilan pemerintah Indonesia.
Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menilai pengapalan perdana ini sebagai hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang. Menurutnya, keberhasilan tersebut menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A dalam jangka panjang bagi ketahanan energi Indonesia.
Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
Direktur Utama PAEP Jon Erwin menambahkan, kolaborasi yang solid dengan Sonatrach telah memberikan landasan hukum dan operasional yang kuat untuk mengoptimalkan potensi Blok 405A, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Chalief Akbar yang menyaksikan langsung proses lifting di Port Arzew menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai pengapalan perdana ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair di sektor energi.
Proses pengapalan ini merupakan hasil sinergi terintegrasi Subholding Pertamina, yang melibatkan Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen, Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai pelaksana pengapalan internasional, serta Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pembeli dan operator kilang dalam negeri.
Pengapalan ini merupakan produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A yang memastikan keberlanjutan operasi Pertamina di Aljazair selama 25 tahun ke depan. Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata semangat “Bring the Barrel Home” untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair," ujar Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Syamsu menjelaskan, keberhasilan pengapalan perdana ini menegaskan posisi Pertamina sebagai pemain migas internasional yang mampu mengelola aset hulu di luar negeri secara andal. Ia berharap kemitraan strategis dengan perusahaan energi nasional Aljazair, Sonatrach, dapat terus diperkuat dan berkelanjutan.
Hubungan komersial antara Sonatrach dan Pertamina sendiri telah terjalin lebih dari 25 tahun. Kerja sama tersebut dimulai melalui kontrak tahunan pada 2002–2003, berlanjut ke transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).
Menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin dan Vice President Commercialization Sonatrach Mayouf Belgacem, serta disaksikan jajaran pimpinan kedua perusahaan dan perwakilan pemerintah Indonesia.
Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menilai pengapalan perdana ini sebagai hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang. Menurutnya, keberhasilan tersebut menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A dalam jangka panjang bagi ketahanan energi Indonesia.
Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
Direktur Utama PAEP Jon Erwin menambahkan, kolaborasi yang solid dengan Sonatrach telah memberikan landasan hukum dan operasional yang kuat untuk mengoptimalkan potensi Blok 405A, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Chalief Akbar yang menyaksikan langsung proses lifting di Port Arzew menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai pengapalan perdana ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair di sektor energi.
Proses pengapalan ini merupakan hasil sinergi terintegrasi Subholding Pertamina, yang melibatkan Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen, Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai pelaksana pengapalan internasional, serta Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pembeli dan operator kilang dalam negeri.
(nng)
Lihat Juga :