Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa Saham, Purbaya Buka Suara
Jum'at, 02 Januari 2026 - 17:12 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026). FOTO/Anggie Ariesta
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali absen dalam seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026. Ini kedua kalinya Prabowo tidak hadir langsung dalam pembukaan perdagangan.
"Presiden lagi di Aceh. Itu juga menunjukkan presiden amat peduli dengan masyarakat. Artinya apa? Yang lain pun nanti diperhatiin termasuk ekonominya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai seremoni pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Jelang Pergantian Bos BEI, Purbaya Minta Harus Berani Sikat Penggoreng Saham
Dia meminta publik melihat sisi positif dari agenda kepresidenan tersebut. Purbaya menegaskan bahwa keberadaan Presiden di lapangan justru menunjukkan prioritas utama pemerintah dalam melayani masyarakat.
Purbaya meyakini absennya Prabowo tidak mengurangi sentimen positif pasar. Menurutnya, komitmen presiden terhadap ekonomi tetap kuat dan sudah terwakili oleh jajaran menteri serta perangkat kebijakan yang hadir.
"Komitmen presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi amat kuat sejalan dengan kunjungannya ke Aceh. Jadi nggak apa-apa, kan alat-alatnya presiden di sini semua," tambah Purbaya.
Baca Juga: Buka Perdagangan 2026, Purbaya Optimistis IHSG Tembus Level 10.000 Tahun Ini
Saat bel pembukaan bursa ditekan di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto berada di Provinsi Aceh untuk meninjau secara langsung progres pemulihan daerah tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja presiden dalam memastikan penanganan pasca-bencana dan pembangunan infrastruktur di Sumatera berjalan sesuai target.
Di Aceh, presiden dijadwalkan meninjau lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak serta memastikan penyaluran dana siap pakai (DSP) yang sebelumnya telah disiapkan Kementerian Keuangan berjalan tepat sasaran. Fokus Presiden pada penanganan daerah terdampak bencana ini dipandang sebagai bentuk nyata dari penguatan ekonomi mulai dari tingkat akar rumput.
"Presiden lagi di Aceh. Itu juga menunjukkan presiden amat peduli dengan masyarakat. Artinya apa? Yang lain pun nanti diperhatiin termasuk ekonominya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai seremoni pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Jelang Pergantian Bos BEI, Purbaya Minta Harus Berani Sikat Penggoreng Saham
Dia meminta publik melihat sisi positif dari agenda kepresidenan tersebut. Purbaya menegaskan bahwa keberadaan Presiden di lapangan justru menunjukkan prioritas utama pemerintah dalam melayani masyarakat.
Purbaya meyakini absennya Prabowo tidak mengurangi sentimen positif pasar. Menurutnya, komitmen presiden terhadap ekonomi tetap kuat dan sudah terwakili oleh jajaran menteri serta perangkat kebijakan yang hadir.
"Komitmen presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi amat kuat sejalan dengan kunjungannya ke Aceh. Jadi nggak apa-apa, kan alat-alatnya presiden di sini semua," tambah Purbaya.
Baca Juga: Buka Perdagangan 2026, Purbaya Optimistis IHSG Tembus Level 10.000 Tahun Ini
Saat bel pembukaan bursa ditekan di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto berada di Provinsi Aceh untuk meninjau secara langsung progres pemulihan daerah tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja presiden dalam memastikan penanganan pasca-bencana dan pembangunan infrastruktur di Sumatera berjalan sesuai target.
Di Aceh, presiden dijadwalkan meninjau lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak serta memastikan penyaluran dana siap pakai (DSP) yang sebelumnya telah disiapkan Kementerian Keuangan berjalan tepat sasaran. Fokus Presiden pada penanganan daerah terdampak bencana ini dipandang sebagai bentuk nyata dari penguatan ekonomi mulai dari tingkat akar rumput.
(nng)
Lihat Juga :