Kerahkan 191 Mobil Tangki, Pertamina Pasok 1,7 Juta Liter Air Bersih ke Aceh Tamiang
Sabtu, 03 Januari 2026 - 21:21 WIB
loading...
Pertamina melalui program Pertamina Peduli menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Kebun Tanah Kerban, Karang Baru, Aceh tamiang, Aceh, Kamis, (1/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bantuan kemanusiaan dari Pertamina Peduli menjadi tumpuan harapan warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Dua pekan pascabencana, keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendesak, menyusul tercemarnya sebagian besar sumber air warga oleh lumpur.
Kondisi tersebut dirasakan Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Ia dan keluarganya sempat terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi mulai membaik setelah bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba dan didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
Distribusi air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki yang berkeliling dari rumah ke rumah. Warga menampung air tersebut menggunakan jerigen maupun ember. "Sangat membantu. Sebelumnya kami pakai air parit. Air bersih ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian dan kami benar-benar terbantu," ujar Yanti dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2025).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Percepat Pemulihan Pascabencana lewat Posko Peduli di Pidie Jaya
Hal serupa diungkapkan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan. "Kami sampai menyebut air parit itu air cappuccino karena warnanya. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina menyalurkan air bersih, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan," katanya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih ke Aceh Tamiang melalui 191 unit mobil tangki.
Selain distribusi air secara berkala selama masa transisi darurat, Pertamina juga melakukan pemulihan sumber air warga. "Kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih tersedia secara berkelanjutan," ujar Baron.
Program sanitasi air tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga kini telah direaktivasi 12 sumur di sejumlah lokasi, antara lain Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Kejuruan Muda, Karang Baru, Babo, Bandar Pusaka, dan Kota Kualasimpang.
Baca Juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Operasional Genset Pemulihan Listrik di Aceh
Di samping air bersih, Pertamina Peduli juga mengoperasikan Posko Medis yang siaga 24 jam di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang. Posko ini menjadi rujukan warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan pascabencana.
Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menyampaikan keluhan terbanyak yang ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut, batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang pengobatannya sempat terhenti akibat bencana.
Melalui penyediaan air bersih dan layanan kesehatan terpadu, Pertamina Peduli menegaskan komitmennya untuk hadir membantu pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat terdampak. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di masa krisis.
Kondisi tersebut dirasakan Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Ia dan keluarganya sempat terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi mulai membaik setelah bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba dan didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
Distribusi air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki yang berkeliling dari rumah ke rumah. Warga menampung air tersebut menggunakan jerigen maupun ember. "Sangat membantu. Sebelumnya kami pakai air parit. Air bersih ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian dan kami benar-benar terbantu," ujar Yanti dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2025).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Percepat Pemulihan Pascabencana lewat Posko Peduli di Pidie Jaya
Hal serupa diungkapkan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan. "Kami sampai menyebut air parit itu air cappuccino karena warnanya. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina menyalurkan air bersih, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan," katanya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih ke Aceh Tamiang melalui 191 unit mobil tangki.
Selain distribusi air secara berkala selama masa transisi darurat, Pertamina juga melakukan pemulihan sumber air warga. "Kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih tersedia secara berkelanjutan," ujar Baron.
Program sanitasi air tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga kini telah direaktivasi 12 sumur di sejumlah lokasi, antara lain Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Kejuruan Muda, Karang Baru, Babo, Bandar Pusaka, dan Kota Kualasimpang.
Baca Juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Operasional Genset Pemulihan Listrik di Aceh
Di samping air bersih, Pertamina Peduli juga mengoperasikan Posko Medis yang siaga 24 jam di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang. Posko ini menjadi rujukan warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan pascabencana.
Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menyampaikan keluhan terbanyak yang ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut, batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang pengobatannya sempat terhenti akibat bencana.
Melalui penyediaan air bersih dan layanan kesehatan terpadu, Pertamina Peduli menegaskan komitmennya untuk hadir membantu pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat terdampak. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di masa krisis.
(nng)
Lihat Juga :