BPS Sebut Diskon Transportasi Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025

Senin, 05 Januari 2026 - 14:34 WIB
loading...
BPS Sebut Diskon Transportasi...
Meski pemerintah telah menggulirkan program diskon tarif transportasi sebagai stimulus ekonomi selama libur nataru 2026, kelompok pengeluaran transportasi terpantau tetap mengalami inflasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa meski pemerintah telah menggulirkan program diskon tarif transportasi sebagai stimulus ekonomi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( nataru ), kelompok pengeluaran transportasi terpantau tetap mengalami inflasi pada Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, program diskon tersebut merupakan penugasan kepada BUMN sektor transportasi berdasarkan SKB 4 Menteri tanggal 28 Oktober 2025. Masa berlaku diskon mayoritas efektif mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, sehingga durasinya pada bulan Desember hanya mencakup 10 hari kalender.

Menurut Pudji, secara agregat kelompok transportasi masih menunjukkan inflasi sebesar 0,55% dengan andil 0,0663%. Hal ini disebabkan oleh adanya kenaikan harga pada komoditas lain di luar moda transportasi yang mendapatkan diskon.

Baca Juga: 6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi

"Inflasi pada kelompok transportasi di samping disumbang oleh kenaikan pada modal transportasi yang diatur tarif diskonnya, itu juga disumbang oleh komoditas lain seperti komoditas bensin yang inflasinya adalah sebesar 0,72 persen dan andilnya 0,03 persen," jelas Pudji dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (5/1/2026).



Data BPS menunjukkan bahwa program diskon cukup efektif menekan harga di beberapa moda transportasi tertentu. Untuk tarif Kereta Api mengalami deflasi 0,02%, tarif ASDP (Penyeberangan) mengalami deflasi 1,61% dan tarif Angkutan Laut mencatatkan deflasi terdalam sebesar 4,46%.

Namun, penurunan harga tersebut tertutup oleh lonjakan pada moda transportasi lain dan biaya operasional kendaraan. Tarif angkutan udara justru tetap mengalami inflasi sebesar 3,29%, sementara angkutan antar kota melonjak hingga 2,77%.

Pudji menekankan, bahwa kelompok transportasi tidak hanya mencakup tiket perjalanan, tetapi juga biaya pemeliharaan dan kepemilikan kendaraan pribadi yang trennya tetap meningkat di penghujung tahun. Baca Juga: Arus Mudik Libur Natal 2025, Ada 1,5 Juta Orang Pakai Angkutan Umum

"Jadi komoditas lain di kelompok ini masih menyumbang inflasi meskipun ada diskon tarif transportasi seperti inflasi pada subkelompok pembelian kendaraan, kemudian juga pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi, serta komoditas lain seperti subkelompok jasa angkutan penumpang seperti angkutan antar kota dan travel," pungkasnya.

Dengan demikian, pengaruh kenaikan harga bahan bakar (bensin), biaya angkutan antar kota, serta pengoperasian kendaraan pribadi menjadi faktor dominan yang menjaga kelompok transportasi tetap berada di zona inflasi meskipun telah ada intervensi tarif dari pemerintah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved