Purbaya soal AS Tangkap Maduro: Hukum Dunia Aneh Sekarang, PBB-nya Lemah!

Senin, 05 Januari 2026 - 18:01 WIB
loading...
Purbaya soal AS Tangkap...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026). FOTO/Riyan Rizki Roshali
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela. Diketahui, Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Purbaya menilai hukum dunia saat ini aneh. Dia menyoroti adanya sebuah negara menyerang negara lain yang berdaulat dan bebas dari pengawasan PBB. "Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat, dan seperti bisa gate away dari pengawasan PBB. Jadi PBB-nya lemah sekarang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Purbaya Bebaskan Pajak Karyawan dengan Gaji Maksimal Rp10 Juta, Ini Kriterianya

Terkait dampak konflik Venezuela ke ekonomi Indonesia, Purbaya menilai sangat terbatas. Sebab kemungkinan dampak yang paling akan terasa adalah pergerakan harga minyak. Ada ketakutan suplai minyak berkurang karena Venezuela diserang AS.



Ia juga menilai, hanya sedikit memproduksi minyak beberapa tahun ke belakang. Akhirnya kekhawatiran suplai minyak berkurang tidak terjadi. "Mungkin mereka pikir akan turun suplainya tapi kan Amerika sudah izinkan. Alaska jadi nggak ngaruh ke suplai. Ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia," ujar dia.

Baca Juga: Purbaya Tarik Lagi Rp75 Triliun dari Himbara, Ini Alasannya

Sementara jtu, lanjut dia, dari pasar keuangan juga pasar saham justru merespons positif dengan adanya kenaikan. Artinya belum ada dampak besar yang akan terjadi dari konflik yang didalangi Trump. "Dari sisi ekonomi kan agak jauh, kalau dilihat dari pasar saham kan malah naik kan. Mereka lihat di situ positif, agak aneh sebetulnya, intinya liat pasar," jelas Purbaya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved