Pak @Airlanggga Baca Deh, Mayoritas Warga DKI Setuju PSBB Jilid II

Rabu, 16 September 2020 - 14:28 WIB
loading...
Pak @Airlanggga Baca...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mayoritas warga DKI Jakarta ternyata lebih setuju bila pembatasan sosisal berskala besar (PSBB) diterapkan kembali. Sikap itu terungkap dari hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median) yang mengelaborasi persepi publik di Jakarta atas keputusan PSBB jilid dua di DKI.

Survei dilakukan dengan menanyakan kepada responden, apakah setuju atau tidak dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang kembali menerapkan PSBB di DKI Jakarta mulai 14 September 2020. "Ternyata sebanyak 58,6% warga Jakarta menyatakan setuju, sedangkan 29,3% tidak setuju, dan sebesar 12,1% menjawab tidak tahu," ujar Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dari 58,6% responden yang setuju penerapan PSBB kembali di DKI Jakarta kemudian ditanyakan alasannya. Ternyata ada nuansa ketakutan yang nyata terhadap makin merebaknya Covid-19, dari alasan mereka. Sebanyak 30,8% warga beralasan PSBB diperlukan untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19. ( Baca juga:Ratusan Hotel Berebut jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, PHRI: 3.000 Kamar Itu Sedikit )

Berikutnya sebanyak 23,1% warga berpendapat korban corona tidak terkendali, 23,1% warga beralasan ikuti pemerintah saja, 7,7% fokus pada kesehatan, 7,7% demi kebaikan warga DKI, dan 7,7% warga beralasan karena belum ada kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu dari 29,3% responden yang tidak setuju, juga didasarkan atas beberapa alasan. Menurut Rico, bisa dikatakan bahwa publik yang tidak setuju penerapan PSBB kembali, setidaknya berdasarkan pada logika krisis ekonomi.

"Kami menemukan sebanyak 66,7% warga beralasan PSBB mempersulit kerja. Lalu 16,7% beralasan PSBB untuk keluaran dengan zona merah saja dan 16,6% warga berharap dicarikan solusi lain seperti mempertegas sanksi agar masyarakat disiplin," katanya. ( Baca juga:KPK Koordinasi dengan Kemensetneg Tertibkan BMN Senilai Rp571,5 Triliun )

Survei tersebut dilakukan 11-13 September 2020, dengan responden dipilih secara acak dari survei DKI Jakarta sebelumnya, yakni survei yang digelar oleh Median pada Januari 2018-Agustus 2020 dengan total 5.000 nomor telepon, yang kemudian diambil sampel 500 nomor telepon sebagai responden. Dengan margin of error sebesar +/- 4,38 %, pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil survei menunjukkan dinamika persepsi yang terjadi selama masa pengambilan data.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved