Indodax Catatkan Proof of Reserves Senilai Rp18 Triliun

Selasa, 06 Januari 2026 - 21:40 WIB
loading...
Indodax Catatkan Proof...
CEO Indodax, William Sutanto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indodax mencatatkan pencapaian signifikan dengan nilai cadangan aset atau Proof of Reserves (PoR) yang menembus USD1 miliar atau setara Rp18 triliun. Data yang terverifikasi melalui fitur PoR di laman CoinMarketCap ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga cadangan aset nasabah dengan rasio 1:1 serta memperkuat transparansi data secara on-chain.

Langkah transparansi melalui PoR merupakan metode verifikasi kriptografis yang memungkinkan publik memastikan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai dengan yang dilaporkan. Melalui fitur di CoinMarketCap, pengguna kini dapat melacak alamat dompet publik Indodax secara real-time, guna menjamin bahwa dana mereka tersedia dan aman bahkan di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan bahwa publikasi ini adalah langkah sukarela demi menjaga integritas industri kripto di tanah air. "Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, Indodax berinisiatif mempublikasikan PoR sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Rebound Usai Likuidasi Besar, Harga Bitcoin Melonjak Lebih Rp1,5 Miliar

Lonjakan nilai PoR hingga Rp18 triliun memicu optimisme terkait potensi datangnya fase bull market. Secara teknis, kenaikan cadangan aset mencerminkan dua hal positif, yakni apresiasi harga aset kripto di pasar serta meningkatnya arus kas masuk (inflow) dari investor. Hal ini mengindikasikan partisipasi pasar yang semakin kuat seiring dengan menguatnya harga aset digital utama.



Sentimen positif ini juga terlihat dari meningkatnya minat investor ritel dan institusi yang mendorong volume transaksi harian. Secara global, pergerakan ini selaras dengan performa Bitcoin yang sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 93.000 hingga 94.000 dolar AS. Faktor likuiditas global dan tingginya risk appetite pelaku pasar menjadi motor utama penguatan aset digital dalam beberapa waktu terakhir.

Namun demikian, manajemen Indodax mengingatkan bahwa transparansi platform harus berjalan beriringan dengan keamanan mandiri dari sisi pengguna. William menekankan pentingnya penggunaan Multi Factor Authentication (MFA) dan kewaspadaan terhadap upaya phishing. Menurutnya, keamanan ekosistem bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga memerlukan praktik terbaik dari setiap pemegang akun.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Tembus Rp1,71 Triliun, Indodax Setor Rp297,09 Miliar

Di sisi lain, para pengamat pasar mengimbau investor agar tetap bersikap rasional meski sinyal penguatan mulai terasa. Kenaikan nilai dalam jangka pendek tidak selalu menjamin tren bull market yang berkelanjutan. Dinamika makroekonomi, kebijakan regulasi, serta situasi geopolitik global tetap menjadi variabel krusial yang dapat mengubah arah pasar kripto dalam waktu singkat.

Melalui keterbukaan informasi ini, Indodax berharap dapat meningkatkan standar kepercayaan pada industri aset kripto di Indonesia. Dengan data yang dapat diakses publik secara terbuka, diharapkan tercipta ekosistem investasi yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Indonesia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Catcrs Luncurkan Dana...
Catcrs Luncurkan Dana Darurat untuk Antisipasi Risiko Kripto
OJK Catat 21 Juta Pengguna...
OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto di RI, Indodax Kuasai 46,5%
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Upbit Indonesia Gelar...
Upbit Indonesia Gelar Roadshow Edukasi Kripto di Bulan Literasi 2026
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved