Asabri Tingkatkan Kompetensi SDM dengan Bahasa Inggris Standar Global
Selasa, 06 Januari 2026 - 22:06 WIB
loading...
ASABRI menjalin kemitraan dengan ELSA Speak melalui peluncuran program
A
A
A
JAKARTA - PT ASABRI (Persero) mengambil langkah strategis dalam mentransformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memperkuat kemampuan komunikasi internasional. BUMN yang mengelola asuransi sosial bagi TNI, Polri, dan ASN Kemhan ini menyadari bahwa kemahiran berbahasa Inggris kini telah bergeser dari sekadar keahlian tambahan menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung standar kepemimpinan di bawah naungan Danantara serta menjaga relevansi perusahaan di kancah global.
Guna mewujudkan visi tersebut, ASABRI menjalin kemitraan dengan ELSA Speak melalui peluncuran program "ASABRI Intensive English Course for Talent Development 2025". Program ini dirancang khusus untuk menggembleng para High Potentials (HiPo) atau calon pemimpin masa depan perusahaan agar memiliki pola pikir global (global mindset) serta kemampuan bahasa Inggris bisnis yang mumpuni dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.
Country Director ELSA Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menekankan bahwa teknologi berperan besar dalam mempercepat penguasaan bahasa di lingkungan profesional. “Bahasa Inggris bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi business impact enabler. Dengan teknologi AI Learning Agent dari ELSA, kami menghadirkan kurikulum yang dipersonalisasi sesuai profil organisasi ASABRI sehingga para talenta mendapatkan umpan balik presisi untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ungkap Yasser dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Gandeng ELSA AI, PLN Perkuat Talenta Kerja Berdaya Saing Global
Langkah ini didasari oleh realitas industri yang cukup menantang, di mana data IDC tahun 2025 menunjukkan 78 persen perusahaan di Asia Pasifik mengalami hambatan kolaborasi akibat kendala bahasa. Miskomunikasi di tempat kerja bahkan ditaksir menimbulkan kerugian global hingga 37 miliar dolar AS per tahun. Kondisi inilah yang mendorong ASABRI untuk memastikan para pemimpinnya tidak terhambat oleh batasan bahasa saat melakukan kolaborasi eksternal.
Hasil dari kolaborasi ini menunjukkan progres yang signifikan dalam waktu singkat. Berdasarkan proyek percontohan, tercatat kenaikan skor kemampuan peserta sebesar 12 persen hanya dalam dua bulan, membawa mereka naik kelas dari level Intermediate ke Upper Intermediate. Menariknya, tingkat keterlibatan peserta mencapai angka sempurna 100 persen dengan durasi belajar mandiri rata-rata 25 menit per hari, melampaui standar praktik terbaik industri.
Baca Juga: Pelindo dan ELSA Sinergi Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Karyawan
Direktur SDM dan Hukum PT ASABRI (Persero), Rizka Moeslichan, mengapresiasi efektivitas program ini dalam meningkatkan kompetensi pegawainya. Ia menyatakan bahwa penguasaan bahasa Inggris yang relevan dengan tuntutan kerja kini menjadi kebutuhan mutlak bagi para pemimpin untuk berkomunikasi secara efektif dan percaya diri. Investasi pada aspek human capital ini diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketangguhan organisasi.
Ke depan, ASABRI berkomitmen untuk memperluas inisiatif ini ke jajaran manajerial yang lebih luas. Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global menuju tahun 2030, sekaligus memastikan bahwa setiap talenta ASABRI siap menjadi pemain kunci di level internasional.
Guna mewujudkan visi tersebut, ASABRI menjalin kemitraan dengan ELSA Speak melalui peluncuran program "ASABRI Intensive English Course for Talent Development 2025". Program ini dirancang khusus untuk menggembleng para High Potentials (HiPo) atau calon pemimpin masa depan perusahaan agar memiliki pola pikir global (global mindset) serta kemampuan bahasa Inggris bisnis yang mumpuni dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.
Country Director ELSA Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menekankan bahwa teknologi berperan besar dalam mempercepat penguasaan bahasa di lingkungan profesional. “Bahasa Inggris bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi business impact enabler. Dengan teknologi AI Learning Agent dari ELSA, kami menghadirkan kurikulum yang dipersonalisasi sesuai profil organisasi ASABRI sehingga para talenta mendapatkan umpan balik presisi untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ungkap Yasser dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Gandeng ELSA AI, PLN Perkuat Talenta Kerja Berdaya Saing Global
Langkah ini didasari oleh realitas industri yang cukup menantang, di mana data IDC tahun 2025 menunjukkan 78 persen perusahaan di Asia Pasifik mengalami hambatan kolaborasi akibat kendala bahasa. Miskomunikasi di tempat kerja bahkan ditaksir menimbulkan kerugian global hingga 37 miliar dolar AS per tahun. Kondisi inilah yang mendorong ASABRI untuk memastikan para pemimpinnya tidak terhambat oleh batasan bahasa saat melakukan kolaborasi eksternal.
Hasil dari kolaborasi ini menunjukkan progres yang signifikan dalam waktu singkat. Berdasarkan proyek percontohan, tercatat kenaikan skor kemampuan peserta sebesar 12 persen hanya dalam dua bulan, membawa mereka naik kelas dari level Intermediate ke Upper Intermediate. Menariknya, tingkat keterlibatan peserta mencapai angka sempurna 100 persen dengan durasi belajar mandiri rata-rata 25 menit per hari, melampaui standar praktik terbaik industri.
Baca Juga: Pelindo dan ELSA Sinergi Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Karyawan
Direktur SDM dan Hukum PT ASABRI (Persero), Rizka Moeslichan, mengapresiasi efektivitas program ini dalam meningkatkan kompetensi pegawainya. Ia menyatakan bahwa penguasaan bahasa Inggris yang relevan dengan tuntutan kerja kini menjadi kebutuhan mutlak bagi para pemimpin untuk berkomunikasi secara efektif dan percaya diri. Investasi pada aspek human capital ini diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketangguhan organisasi.
Ke depan, ASABRI berkomitmen untuk memperluas inisiatif ini ke jajaran manajerial yang lebih luas. Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global menuju tahun 2030, sekaligus memastikan bahwa setiap talenta ASABRI siap menjadi pemain kunci di level internasional.
(nng)
Lihat Juga :