Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Rabu, 07 Januari 2026 - 10:36 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan di awal tahun 2026, lantas bagaimana dengan kemungkinan diskon tarif listrik. Foto/Dok
A
A
A
BOGOR - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan di awal tahun 2026. Diketahui, Kementerian ESDM telah menetapkan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 (Januari-Maret) bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap berlaku seperti sebelumnya.
“Harga listrik tidak kita naikkan, masih seperti yang lama,” tegas Bahlil usai mengikuti retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Sah! Tarif Listrik Resmi Tidak Naik Januari hingga Meret 2026
Terkait kemungkinan adanya stimulus berupa diskon tarif listrik pada tahun depan, Bahlil menyatakan hingga kini belum ada pembahasan di internal pemerintah. “Belum ada pembahasan,” katanya.
Bahlil juga menegaskan, skema subsidi listrik yang berjalan saat ini tidak mengalami perubahan. Menurutnya, pemerintah masih menerapkan pola subsidi yang sama seperti sebelumnya.
“Kalau sampai sekarang belum ada pembahasan dan tidak ada perubahan pola. Sampai sekarang masih seperti yang lama,” pungkasnya.
Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa dalam Retret Awal Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan akses listrik nasional.
“Menteri ESDM juga melaporkan perhatian khusus Bapak Presiden terkait masih adanya 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik. Pada tahun 2025, sekitar 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik,” ujar Prasetyo di tempat yang sama.
Baca Juga: Menakar Dampak Psikologis Diskon Tarif Listrik buat Masyarakat
Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo meminta percepatan penyambungan listrik agar seluruh desa yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati akses energi.
“Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta percepatan agar seluruh 5.700 desa tersebut dapat teraliri listrik sesegera mungkin,” paparnya.
“Harga listrik tidak kita naikkan, masih seperti yang lama,” tegas Bahlil usai mengikuti retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Sah! Tarif Listrik Resmi Tidak Naik Januari hingga Meret 2026
Terkait kemungkinan adanya stimulus berupa diskon tarif listrik pada tahun depan, Bahlil menyatakan hingga kini belum ada pembahasan di internal pemerintah. “Belum ada pembahasan,” katanya.
Bahlil juga menegaskan, skema subsidi listrik yang berjalan saat ini tidak mengalami perubahan. Menurutnya, pemerintah masih menerapkan pola subsidi yang sama seperti sebelumnya.
“Kalau sampai sekarang belum ada pembahasan dan tidak ada perubahan pola. Sampai sekarang masih seperti yang lama,” pungkasnya.
Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa dalam Retret Awal Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan akses listrik nasional.
“Menteri ESDM juga melaporkan perhatian khusus Bapak Presiden terkait masih adanya 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik. Pada tahun 2025, sekitar 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik,” ujar Prasetyo di tempat yang sama.
Baca Juga: Menakar Dampak Psikologis Diskon Tarif Listrik buat Masyarakat
Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo meminta percepatan penyambungan listrik agar seluruh desa yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati akses energi.
“Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta percepatan agar seluruh 5.700 desa tersebut dapat teraliri listrik sesegera mungkin,” paparnya.
(akr)
Lihat Juga :