Menakar Dampak Psikologis Diskon Tarif Listrik buat Masyarakat

Selasa, 07 Oktober 2025 - 20:56 WIB
loading...
Menakar Dampak Psikologis...
Kebijakan diskon tarif listrik 50% pada awal tahun dinilai bukan hanya mengurangi beban finansial masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal kuat pemerintah hadir saat ada tekanan ekonomi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang memberi diskon tarif listrik 50% pada awal tahun dinilai sudah tepat sasaran dan peduli masyarakat. Kebijakan itu bukan hanya mengurangi beban finansial masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal kuat pemerintah hadir saat ada tekanan ekonomi .

“Kebijakan tersebut sudah tepat sasaran,” kata Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio.

Menurut Agus, di tengah kenaikan harga barang dan kebutuhan yang meningkat, kebijakan diskon listrik dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia sangat membantu masyarakat. “Selain manfaat ekonomi langsung, ada juga dampak psikologis yang penting,” paparnya.

Baca Juga: Diskon Token Listrik 50% Berakhir 28 Februari 2025, Buat Siapa Saja?

Agus menjelaskan, diskon tarif listrik memberikan efek positif secara psikologis, yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Langkah ini juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi secara lebih luas.

Lebih jauh, Agus mengungkap bahwa kebijakan diskon listrik memiliki potensi untuk diterapkan kembali di masa mendatang, dengan catatan tetap memperhatikan postur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta kondisi domestik dan global.

Untuk diskon tarif listrik selanjutnya, sifatnya tidak permanen dan menyesuaikan dengan alokasi anggaran. Jadi harus jangka pendek dan tidak bisa terus-menerus seperti bansos.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
4,8 Juta Pelanggan PLN...
4,8 Juta Pelanggan PLN di Pulau Sumatera Masih Terdampak Mati Listrik Serempak
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Diskon Listrik 50% Hadir...
Diskon Listrik 50% Hadir Lagi Dukung Kebijakan WFH 2026, Berikut Ketentuannya
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
DPRD Optimistis Ekonomi...
DPRD Optimistis Ekonomi Jabar hingga Akhir Tahun 2025 Melonjak
Redenominasi Rupiah:...
Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Mensesneg Minta Istilah...
Mensesneg Minta Istilah Rojali dan Rohana Tidak Dijadikan Joke
Rekomendasi
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved