Bahas Masa Depan Venezuela, Trump Gelar Pertemuan dengan Raja-raja Minyak AS

Rabu, 07 Januari 2026 - 22:00 WIB
loading...
Bahas Masa Depan Venezuela,...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para kepala eksekutif perusahaan minyak dan gas (migas) AS di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas peluang masuk kembali ke Venezuela dan rencana menghidupkan kembali produksi minyak mentah negara tersebut yang selama dua dekade terakhir terpuruk akibat krisis politik dan ekonomi.

Sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan itu akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi kabinet, di antaranya Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum. Agenda ini dipandang sebagai langkah penting Trump untuk mendorong perusahaan migas AS kembali berinvestasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, meski masih diliputi ketidakpastian politik.

"Perusahaan minyak akan mencari jaminan keamanan. Mereka juga menginginkan kepastian garis waktu politik dari Gedung Putih, termasuk pemilu yang memulihkan pemerintahan yang menghormati supremasi hukum," ujar seorang sumber yang mengetahui rencana pertemuan tersebut.

Baca Juga: Lee dan Xi Bertemu di Beijing, China-Korsel Pulihkan Kerja Sama Dagang

Menurut sumber-sumber yang dikutip media Politico, industri migas sejauh ini masih enggan menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar ke Venezuela. Ketidakstabilan politik, risiko penyitaan aset, serta belum jelasnya arah transisi pemerintahan di Caracas menjadi pertimbangan utama para investor.

Salah satu jaminan yang dinilai krusial bagi industri adalah adanya kepastian proses pemulihan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Namun, isu tersebut belum secara eksplisit menjadi prioritas dalam pernyataan-pernyataan publik Trump terkait kebijakan Venezuela.

Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait agenda pertemuan tersebut. Sementara itu, juru bicara Departemen Energi AS Ben Dietderich menyatakan Menteri Energi Chris Wright tetap menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan migas AS dan dijadwalkan bertemu sejumlah eksekutif industri di sela konferensi investor energi di Miami.



Pembahasan Venezuela juga berlangsung di tengah eskalasi situasi politik di negara Amerika Latin itu, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS. Trump juga sebelumnya melontarkan ancaman terhadap Delcy Rodríguez, tokoh dekat Maduro yang kini memimpin pemerintahan di Caracas.

Baca Juga: Maduro Tumbang dan Kerusuhan di 88 Kota, Rezim Khamenei Ketar-ketir

Pemerintah AS pada Selasa menyatakan akan menjual minyak Venezuela yang disita dari perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela. Trump bahkan mengumumkan rencana penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela kepada AS untuk dijual dengan harga pasar.

Analis pasar minyak dari Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, menilai langkah tersebut berpotensi memicu pergeseran geopolitik energi. Pasokan minyak berat Venezuela ke Pantai Teluk AS dapat menggeser minyak mentah Kanada dan mendorong Kanada mengalihkan ekspornya ke China.

Sementara itu, Presiden dan CEO ARC Resources Kanada Terry Anderson menilai dampak langsung terhadap ekspor minyak Kanada masih terlalu dini untuk disimpulkan. Ia sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Mark Carney yang menegaskan minyak mentah Kanada tetap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan sumber pasokan lain.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Rekomendasi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved