Curhat Pedagang Tradisional Alami 6 Bulan Terberat

Rabu, 16 September 2020 - 15:02 WIB
loading...
Curhat Pedagang Tradisional...
Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut selama enam bulan terakhir ini merupakan waktu yang paling berat bagi para pedagang. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 kian mencekik omzet para pedagang pasar tradisional . Pasalnya, dagangan mereka kian tak laku karena konsumen yang masih takut untuk bertransaksi secara tatap muka.

(Baca Juga: Pak Gubernur Anies, Tolong Dengarkan Permintaan Pedagang Pasar Nih )

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut selama enam bulan terakhir ini merupakan waktu yang paling berat bagi para pedagang. Omset mereka kian menukik tajam, sebelum ketika pandemi datang ke Indonesia.

“Masa 6 bulan ini adalah masa yang paling berat. Ini mendapatkan pukulan penurunan omzet,” kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Rabu (16/9/2020).

Menurut dia, akibat itu membuat para pedagang abai untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat mereka mencari nafkah. Selain itu, edukasi dan komuniksai yang kurang dari pemerintah daerah juga membuat pasar tradisional menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

(Baca Juga: Disebut Rekrut Preman untuk Tangani COVID-19, Ini Penjelasan Wakapolri )

“Disiplin pelanggan dan pedagang menurun. Kalau pasar ini harus aman dari Covid-19. Terus gunakan masker dan jaga jarak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan yang selama ini belum disediakan oleh pemerintah daerah, yaitu dengan memberikan tirai plastik kepada seluruh kios atau los di pasar. Sebab itu merupakan cara yang efektif mengurangi penyebaran di sana.

“Harus ada upaya tambahan, memasang tirai palatsik agar menjaga Covid-19 tidak menyebar. Ini belum maksimal dan harus didorong dengan cara-cara yang efektif di pasar,” ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved