Defisit APBN 2025 Melebar Tembus Rp695,1 Triliun, Dekati Batas 3% dari PDB
Kamis, 08 Januari 2026 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp300,3 triliun atau 99,6% dari target, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp534,1 triliun atau 104,0% dari target, serta hibah Rp4,3 triliun atau 733,3% dari target.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu. Belanja Pemerintah Pusat tercatat Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target, dengan belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp1.500,4 triliun atau 129,3%, sedangkan belanja non-K/L Rp1.102,0 triliun atau 71,5%.
Baca Juga: IHSG Tembus Rekor Tertinggi Baru 9.000, Purbaya Sebut Baru Awal
Adapun transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp849,0 triliun atau 92,3% dari target. Secara keseluruhan, selisih antara pendapatan dan belanja tersebut mendorong defisit anggaran melebar menjadi Rp695,1 triliun.
Purbaya optimistis fondasi ekonomi yang dijaga melalui stimulus fiskal sepanjang 2025 akan memperkuat momentum pertumbuhan pada 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4% dan berupaya menekan defisit ke level yang lebih rendah seiring membaiknya penerimaan negara.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu. Belanja Pemerintah Pusat tercatat Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target, dengan belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp1.500,4 triliun atau 129,3%, sedangkan belanja non-K/L Rp1.102,0 triliun atau 71,5%.
Baca Juga: IHSG Tembus Rekor Tertinggi Baru 9.000, Purbaya Sebut Baru Awal
Adapun transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp849,0 triliun atau 92,3% dari target. Secara keseluruhan, selisih antara pendapatan dan belanja tersebut mendorong defisit anggaran melebar menjadi Rp695,1 triliun.
Purbaya optimistis fondasi ekonomi yang dijaga melalui stimulus fiskal sepanjang 2025 akan memperkuat momentum pertumbuhan pada 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4% dan berupaya menekan defisit ke level yang lebih rendah seiring membaiknya penerimaan negara.
(nng)
Lihat Juga :