Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Mars Ega memaparkan bahwa sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini menurutnya mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional. Di bagian lain, Mars mengungkapkan bahwa konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117%. Hal itu didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet. Total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
Pada sektor LPG, lanjut dia, penyaluran LPG subsidi 3 kg sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi. Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas di mana 5,5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga-APM Truk Tangki FAW Kerja Sama General Maintenance
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional. Di bagian lain, Mars mengungkapkan bahwa konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117%. Hal itu didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet. Total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
Pada sektor LPG, lanjut dia, penyaluran LPG subsidi 3 kg sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi. Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas di mana 5,5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga-APM Truk Tangki FAW Kerja Sama General Maintenance
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
Lihat Juga :