Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
"Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa," ujarnya.
Selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga menurutnya sukses mendukung kelancaran transportasi serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. "Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional," kata dia.
Mars Ega juga memaparkan bahwa dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga telah mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara.
Terkait agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan dengan mengembangkan ekosistem yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina.
"Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden," pungkas Mars Ega.
Selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga menurutnya sukses mendukung kelancaran transportasi serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. "Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional," kata dia.
Mars Ega juga memaparkan bahwa dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga telah mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara.
Terkait agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan dengan mengembangkan ekosistem yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina.
"Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden," pungkas Mars Ega.
(nng)
Lihat Juga :