Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik

Senin, 12 Januari 2026 - 08:30 WIB
loading...
A A A


Minat strategis Amerika Serikat terhadap sektor tambang Greenland meningkat seiring negosiasi investasi di sejumlah proyek mineral. CEO Amaroq Minerals mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa perusahaannya tengah berunding dengan lembaga AS terkait kontrak pengambilan hasil tambang, bantuan infrastruktur, dan fasilitas kredit untuk operasi emas, tembaga, dan tanah jarang. Lumina sendiri telah memperoleh surat kesepakatan senilai 125 juta dolar AS dari Export-Import Bank AS serta menerima kunjungan delegasi pemerintah Jepang pada November 2025.

Baca Juga: Sejarah Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland, dari Abad ke-19 hingga Era Trump

Perhatian geopolitik tersebut mencerminkan persaingan global dalam mengamankan pasokan mineral kritis sebagai alternatif rantai pasok China. Greenland diketahui menyimpan 25 dari 34 mineral krusial versi Komisi Eropa, termasuk unsur tanah jarang yang dibutuhkan untuk industri pertahanan dan teknologi hijau. Namun, pengembangannya membutuhkan waktu panjang. "Butuh 16 tahun untuk kembangkan tambang, mulai dari ide pertama hingga tambang nyata," kata Menteri Sumber Daya Alam Greenland Naaja Nathanielsen pada Juni.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Menteri Luar Negeri Denmark dan perwakilan Greenland di Amerika Serikat dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan depan. Menanggapi wacana penguasaan wilayah oleh Washington, pemimpin Greenland menegaskan, "kami tidak ingin jadi orang Amerika, kami ingin jadi orang Greenland," sementara sejumlah anggota Kongres AS menyebut diplomat Denmark dan Greenland menegaskan wilayah itu tidak untuk dijual.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rekomendasi
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rudi Margono Jadi Plt...
Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus, Ini Rekam Jejak Pemikirannya tentang Perampasan Aset
Berita Terkini
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved