SPPG Karyasari Klarifikasi soal Menu MBG Dibungkus Plastik
Senin, 12 Januari 2026 - 11:02 WIB
loading...
Ilustrasi SPPG. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Generasi Emas Empat Lima bersama GiziNow, sebagai pihak pendamping operasional dapur SPPG Karyasari Sukaresmi, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi di media sosial. Informasi yang dimaksud menyebutkan bahwa makanan dari dapur tersebut didistribusikan menggunakan kantong plastik.
Berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi langsung di lapangan, informasi yang beredar itu dinyatakan tidak sesuai dengan fakta. Proses distribusi makanan dari dapur tersebut diklaim dilakukan menggunakan wadah ompreng, bukan kantong plastik. Penggunaan ompreng tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam menjaga higienitas, keamanan pangan, dan mutu sesuai standar operasional.
Adapun kejadian yang terekam dalam video dan beredar luas itu menunjukkan pemindahan makanan ke kantong plastik oleh kader setempat setelah makanan tiba di lokasi penerima manfaat.
"SPPG Karyasari Sukaresmi tidak pernah mendistribusikan makanan menggunakan kantong plastik. Seluruh ompreng yang digunakan telah melalui proses pembersihan dan sanitasi dengan peralatan serta prosedur sesuai standar kebersihan," ujar Dimas selaku KA SPPG Karyasari Sukaresmi dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: SPPG Tipar Raya Jambe Tangerang Resmi Beroperasi Dukung MBG
Yayasan menjelaskan tindakan pemindahan makanan ke plastik oleh kader tersebut terjadi di luar proses dan kewenangan pengelola dapur SPPG. Namun, dalam unggahan yang beredar, kondisi itu ditampilkan seolah-olah merupakan praktik distribusi langsung dari dapur, sehingga memicu kesalahpahaman publik.
Sebagai pendamping, Yayasan Generasi Emas Empat Lima dan GiziNow memastikan bahwa standar higienitas serta prosedur pemorsian dan distribusi di dapur SPPG Karyasari Sukaresmi dijalankan secara konsisten dan terpantau. Dapur tersebut juga telah menerapkan Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam seluruh proses produksi.
"SPPG Karyasari berkomitmen menjalankan proses produksi dan distribusi makanan sesuai SOP, termasuk penerapan prinsip SLHS sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kebersihan, dan mutu pangan bagi penerima manfaat," tegas Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima, Denny Martin.
Baca Juga:Gelar Retreat SPPG, Kemenko PM: Ruang Belajar Pelaksana Program MBG
Ke depan, Yayasan dan mitra akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak di lapangan untuk mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program penyediaan makanan yang aman dan higienis.
Berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi langsung di lapangan, informasi yang beredar itu dinyatakan tidak sesuai dengan fakta. Proses distribusi makanan dari dapur tersebut diklaim dilakukan menggunakan wadah ompreng, bukan kantong plastik. Penggunaan ompreng tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam menjaga higienitas, keamanan pangan, dan mutu sesuai standar operasional.
Adapun kejadian yang terekam dalam video dan beredar luas itu menunjukkan pemindahan makanan ke kantong plastik oleh kader setempat setelah makanan tiba di lokasi penerima manfaat.
"SPPG Karyasari Sukaresmi tidak pernah mendistribusikan makanan menggunakan kantong plastik. Seluruh ompreng yang digunakan telah melalui proses pembersihan dan sanitasi dengan peralatan serta prosedur sesuai standar kebersihan," ujar Dimas selaku KA SPPG Karyasari Sukaresmi dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: SPPG Tipar Raya Jambe Tangerang Resmi Beroperasi Dukung MBG
Yayasan menjelaskan tindakan pemindahan makanan ke plastik oleh kader tersebut terjadi di luar proses dan kewenangan pengelola dapur SPPG. Namun, dalam unggahan yang beredar, kondisi itu ditampilkan seolah-olah merupakan praktik distribusi langsung dari dapur, sehingga memicu kesalahpahaman publik.
Sebagai pendamping, Yayasan Generasi Emas Empat Lima dan GiziNow memastikan bahwa standar higienitas serta prosedur pemorsian dan distribusi di dapur SPPG Karyasari Sukaresmi dijalankan secara konsisten dan terpantau. Dapur tersebut juga telah menerapkan Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam seluruh proses produksi.
"SPPG Karyasari berkomitmen menjalankan proses produksi dan distribusi makanan sesuai SOP, termasuk penerapan prinsip SLHS sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kebersihan, dan mutu pangan bagi penerima manfaat," tegas Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima, Denny Martin.
Baca Juga:Gelar Retreat SPPG, Kemenko PM: Ruang Belajar Pelaksana Program MBG
Ke depan, Yayasan dan mitra akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak di lapangan untuk mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program penyediaan makanan yang aman dan higienis.
(nng)
Lihat Juga :