Indonesia Bakal Setop Impor Solar per Semester II 2026, Begini Penjelasan Bahlil
Senin, 12 Januari 2026 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan tambahan dari B40 dan ke depan B60, impor kita yang tinggal sekitar 5 juta kiloliter itu sudah tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta kiloliter. Itu untuk solar jenis C48," jelasnya.
Baca Juga: Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Prabowo: Tak Boleh Tergantung Energi dari Luar
Sementara itu untuk solar dengan spesifikasi C51, Bahlil menyebut volume impor saat ini tinggal sekitar 600 ribu kiloliter. Ia menargetkan impor untuk jenis ini juga dapat dihentikan pada paruh kedua tahun ini.
"Untuk C51, impor kita hanya sekitar 600 ribu kiloliter. Nanti di semester kedua saya minta Pertamina membangun kapasitasnya agar tidak perlu lagi impor," tegasnya.
Bahlil menambahkan, penghentian impor solar merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dan memperbaiki neraca perdagangan sektor energi.
Selain itu kebijakan ini juga diharapkan memperkuat industri hilir energi nasional, meningkatkan serapan biodiesel berbasis kelapa sawit, serta memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi sektor pertanian dan industri dalam negeri.
Baca Juga: Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Prabowo: Tak Boleh Tergantung Energi dari Luar
Sementara itu untuk solar dengan spesifikasi C51, Bahlil menyebut volume impor saat ini tinggal sekitar 600 ribu kiloliter. Ia menargetkan impor untuk jenis ini juga dapat dihentikan pada paruh kedua tahun ini.
"Untuk C51, impor kita hanya sekitar 600 ribu kiloliter. Nanti di semester kedua saya minta Pertamina membangun kapasitasnya agar tidak perlu lagi impor," tegasnya.
Bahlil menambahkan, penghentian impor solar merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dan memperbaiki neraca perdagangan sektor energi.
Selain itu kebijakan ini juga diharapkan memperkuat industri hilir energi nasional, meningkatkan serapan biodiesel berbasis kelapa sawit, serta memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi sektor pertanian dan industri dalam negeri.
(akr)
Lihat Juga :