Risiko Geopolitik Meningkat, Airlangga Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:23 WIB
loading...
Risiko Geopolitik Meningkat,...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2025). FOTO/Tangguh Yudha
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurut dia ketahanan dan keamanan pangan menjadi faktor krusial bagi sebuah negara untuk menjaga eksistensinya.

Airlangga mengatakan Indonesia harus memiliki daya tahan dalam berbagai situasi krisis. Ia menyebut pengalaman saat pandemi COVID-19 pada 2022 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia, di mana kala itu, sejumlah negara menerapkan embargo ekspor pangan demi melindungi kebutuhan domestik masing-masing.

"Indonesia di tengah volatilitas global harus belajar pada saat krisis, saat COVID-19 di tahun 2022. Kita melihat bagaimana negara melakukan embargo ekspor pangan, sehingga itu pelajaran berharga bahwa kita harus mandiri secara pangan agar dalam situasi krisis ataupun situasi apapun kita bisa bertahan dan kita punya resiliensi terhadap pangan kita," ungkap Airlangga di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2025).



Ia menekankan, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 282 juta jiwa, pangan dan konsumsi masyarakat menjadi aspek yanh sangat penting dalam menopang stabilitas nasional. Airlangga mengibaratkan ketahanan pangan layaknya pasokan makanan bagi industri.

"Jadi kalau mangan aman, pabrik aman. Kalau mangan tidak aman, pabrik tidak aman. Nah itu secara nasional juga kita harus jaga. Yang paling penting segonya, nasinya mesti aman. Jadi kalau nasi aman, lauk-lauk yang lain juga aman. Jadi ini yang kita perlu jaga," tegas Airlangga.

Baca Juga: AS Incar Mineral Kritis RI, Airlangga Ungkap Danantara Mulai Negosiasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Berita Terkini
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved