Risiko Geopolitik Meningkat, Airlangga Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan
Selasa, 13 Januari 2026 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia prinsip tersebut juga berlaku dalam skala nasional. Beras sebagai pangan utama masyarakat Indonesia harus dijaga ketersediaan dan stabilitasnya. Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan telah ditetapkan sebagai prioritas nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah kita di tahun kemarin produksinya 34,71 juta ton. Dan itu salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Dan di angka tersebut itu juga terjadi lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton," ungkapnya.
Baca Juga: Buruh Tolak Penetapan UMP 2026, Menko Airlangga: Sudah Diputuskan!
Meski demikian, Airlangga juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan inflasi pangan. Ia menyebut inflasi pangan saat ini berada di kisaran 6,21 persen. Namun di sisi lain, kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.
"Inflasi kita sudah di angka 6,21% untuk pangan. Namun kita juga harus bersyukur bahwa dengan naikan harga dan harga-harga yang relatif baik ini, nilai tukar petani juga tertinggi sepanjang beberapa tahun terakhir," tandasnya.
"Alhamdulillah kita di tahun kemarin produksinya 34,71 juta ton. Dan itu salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Dan di angka tersebut itu juga terjadi lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton," ungkapnya.
Baca Juga: Buruh Tolak Penetapan UMP 2026, Menko Airlangga: Sudah Diputuskan!
Meski demikian, Airlangga juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan inflasi pangan. Ia menyebut inflasi pangan saat ini berada di kisaran 6,21 persen. Namun di sisi lain, kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.
"Inflasi kita sudah di angka 6,21% untuk pangan. Namun kita juga harus bersyukur bahwa dengan naikan harga dan harga-harga yang relatif baik ini, nilai tukar petani juga tertinggi sepanjang beberapa tahun terakhir," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :