Bisnis dengan Iran, Siap-siap! Bakal Kena Tarif Trump 25%

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:57 WIB
loading...
Bisnis dengan Iran,...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, bakal memberlakukan tarif 25% secara menyeluruh pada negara manapun yang berbisnis dengan Iran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, bakal memberlakukan tarif 25% secara menyeluruh pada negara manapun yang berbisnis dengan Iran. Sikap Trump semakin memperbesar tekanan untuk mengisolasi Iran di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung.

Ancaman tarif Trump muncul setelah Presiden AS itu menjanjikan "opsi yang sangat kuat" dan menyarankan bahwa Washington bisa campur tangan secara militer untuk mendukung upaya rakyat Iran meraih "kebebasan." Sementara itu pejabat Iran menuduh AS dan Israel mengatur 'perang' mematikan di dalam perbatasannya.

"Segera akan efektif, setiap negara yang berbisnis dengan Iran akan membayar tarif sebesar 25% atas setiap dan seluruh bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan konklusif," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Baca Juga: Ekspor Asia Tenggara ke AS Melonjak 25% di Tengah Tekanan Tarif Trump

Sementara itu Gedung Putih belum memberikan klarifikasi kapan tarif akan diberlakukan atau negara mana yang akan paling terpengaruh. Di antara mitra dagang utama Iran yang juga berbisnis dengan AS adalah China, India, dan Brasil, serta Pakistan, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA), sekutu penting AS di kawasan tersebut.

Sebagai informasi protes di Iran dimulai pada akhir Desember setelah jatuhnya mata uang nasional memicu lonjakan harga secara tajam. Aksi protes intens hingga memicu kerusuhan paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Bentrokan dilaporkan telah menewaskan ratusan orang, dengan banyak masjid, pusat medis, dan bangunan pemerintah dibakar. Dalam sebuah pertemuan dengan diplomat asing di Teheran pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyajikan apa yang ia gambarkan sebagai bukti luas keterlibatan AS dan Israel.



Ia menuduh bahwa penyusup yang didukung asing, termasuk operasi Mossad yang berbicara bahasa Farsi berada di antara para pengunjuk rasa dengan perintah untuk menembak warga sipil dan pasukan keamanan guna menciptakan kekacauan dan alasan hadirnya intervensi asing.

Baca Juga: Ekspor Gas Rusia ke China Melonjak 25%, Moskow Perkuat Penetrasi Pasar Asia

Sejak kembali menjabat tahun lalu, Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Iran. Pada bulan Juni, AS bergabung dalam serangan Israel terhadap beberapa situs nuklir terbesar Iran setelah menuduhnya mengejar senjata nuklir– tuduhan yang dibantah Teheran, yang bersikeras bahwa programnya sepenuhnya bersifat damai.

Secara bersamaan, presiden AS telah menjalankan perang tarif terhadap pesaing ekonomi maupun sekutu, menuduh mereka memanfaatkan pasar AS. Trump sebelumnya sempat mengemukakan gagasan untuk memberikan sanksi kepada mitra dagang Rusia di tengah frustrasi atas terhentinya upaya perdamaian Ukraina, tetapi sejauh ini ia belum melangkah lebih jauh selain memberlakukan tarif tambahan 25%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Rekomendasi
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved