Ekspor Asia Tenggara ke AS Melonjak 25% di Tengah Tekanan Tarif Trump

Rabu, 07 Januari 2026 - 16:55 WIB
loading...
Ekspor Asia Tenggara...
Kinerja perdagangan Asia Tenggara menunjukkan ketahanan kuat di tengah tekanan kebijakan tarif AS. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Kinerja perdagangan Asia Tenggara menunjukkan ketahanan kuat di tengah tekanan kebijakan tarif Amerika Serikat. Pada kuartal III-2025, ekspor negara-negara Asia Tenggara ke AS tercatat melonjak 25% secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui ekspektasi pasar meski kawasan tersebut menghadapi tarif agresif dari Presiden Donald Trump.

Berdasarkan data Biro Sensus AS, impor Amerika Serikat dari Asia Tenggara mencapai rekor sekitar 40 miliar dolar AS berdasarkan rata-rata bergulir tiga bulan pada kuartal III 2025. Lonjakan ini terjadi meskipun tarif timbal balik sempat diberlakukan hingga 49% pada April 2025 sebelum dinegosiasikan turun ke kisaran 19–20%. Pada saat yang sama, ekspor China ke AS justru anjlok 40% secara tahunan.

"Pemerintahan Trump telah memberi sinyal dalam pembicaraan dengan negara-negara kawasan bahwa mereka mungkin tidak menerima kandungan China yang signifikan dalam produk akhir yang diekspor ke AS," tulis laporan Financial Times dikutip SindoNews, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Tak Hanya Venezuela, AS Berambisi Kontrol Belahan Bumi Barat

Permintaan AS yang tetap kuat terhadap produk elektronik menjadi penopang utama ekspor Asia Tenggara. Produk teknologi seperti semikonduktor, peralatan pembuatan chip, komputer, dan ponsel pintar sebagian besar dikecualikan dari tarif Trump. Ekspor elektronik dari Asia tercatat tumbuh sekitar 40% secara tahunan, lebih cepat dibandingkan lonjakan yang terjadi pada masa pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved