Dolar AS Dekati Rp17.000, BI Beberkan Penyebab Rupiah Tersungkur

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:30 WIB
loading...
Dolar AS Dekati Rp17.000,...
Bank Indonesia mengungkapkan penyebab rupiah mengalami pelemahan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih berlanjut pada awal tahun 2026 dan Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda ditutup ke level Rp16.860 per dolar AS pada penutupan Selasa (13/1/2026). Angka ini mencerminkan depresiasi sebesar 1,04 persen secara tahun berjalan (year-to-date).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea menjelaskan bahwa pelemahan ini merupakan dampak dari gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

"Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pergerakan mata uang global pada awal 2026 ini, termasuk Indonesia, banyak dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham

Meskipun Rupiah melemah, Erwin menekankan bahwa kondisi ini masih sejalan dengan tren yang terjadi pada mata uang di kawasan regional. Sebagai perbandingan, Won Korea Selatan mencatatkan pelemahan yang lebih dalam yakni 2,46 persen, sementara Peso Filipina terkoreksi sebesar 1,04 persen.

BI meyakini kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan masuknya aliran modal asing (neto) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham yang mencapai Rp11,11 triliun pada Januari 2026. Selain itu, premi risiko (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tetap bertahan di level rendah, yakni sekitar 72 bps.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved