BPS Terjunkan Mahasiswa STIS Data Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
Rabu, 14 Januari 2026 - 13:29 WIB
loading...
Badan Pusat Statistik (BPS) melepas 120 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) diterbangkan dengan pesawat C130 Hercules TNI AU melakukan pendataan wilayah terdampak bencana di Sumatera. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melepas 120 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) diterbangkan dengan pesawat C130 Hercules TNI AU melakukan pendataan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pelepasan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (13/1).
"Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sesuai dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu melakukan pendataan. Hasilnya akan menghasilkan dan memperkaya statistik kebencanaan," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Baca Juga: BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Dia menegaskan pentingnya peran data dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Total mahasiswa yang diterjunkan mencapai 510 orang, terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi. Sebagian diberangkatkan dengan pesawat komersial. Mereka akan bertugas di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam yang terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS. BPS bertindak sebagai koordinator bidang pengelolaan data dalam Satuan Tugas sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
"Pendataan ini merupakan wujud komitmen BPS dan Polstat STIS untuk memenuhi arahan Presiden agar mahasiswa kedinasan dapat turun dan memberikan kontribusi di wilayah terdampak bencana," tambah Amalia.
Di lapangan, mahasiswa akan bertugas sebagai enumerator bersama 50 pegawai BPS Pusat dan pegawai BPS daerah. Mereka akan mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, dan infrastruktur yang rusak melalui kunjungan langsung, pendataan di pengungsian, serta pencatatan berbasis foto dan geotagging.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global
Data yang dihimpun akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pemerintah daerah dan BNPB. Hasilnya diharapkan menjadi dasar yang akurat untuk penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. "Keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari dukungan BPS dalam penyediaan data pascabencana yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Amalia.
Kehadiran mahasiswa STIS diharapkan memperkuat penyediaan data real-time sehingga bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sesuai dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu melakukan pendataan. Hasilnya akan menghasilkan dan memperkaya statistik kebencanaan," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Baca Juga: BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Dia menegaskan pentingnya peran data dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Total mahasiswa yang diterjunkan mencapai 510 orang, terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi. Sebagian diberangkatkan dengan pesawat komersial. Mereka akan bertugas di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam yang terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS. BPS bertindak sebagai koordinator bidang pengelolaan data dalam Satuan Tugas sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
"Pendataan ini merupakan wujud komitmen BPS dan Polstat STIS untuk memenuhi arahan Presiden agar mahasiswa kedinasan dapat turun dan memberikan kontribusi di wilayah terdampak bencana," tambah Amalia.
Di lapangan, mahasiswa akan bertugas sebagai enumerator bersama 50 pegawai BPS Pusat dan pegawai BPS daerah. Mereka akan mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, dan infrastruktur yang rusak melalui kunjungan langsung, pendataan di pengungsian, serta pencatatan berbasis foto dan geotagging.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global
Data yang dihimpun akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pemerintah daerah dan BNPB. Hasilnya diharapkan menjadi dasar yang akurat untuk penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. "Keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari dukungan BPS dalam penyediaan data pascabencana yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Amalia.
Kehadiran mahasiswa STIS diharapkan memperkuat penyediaan data real-time sehingga bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
(nng)
Lihat Juga :