Menjadikan Ekonomi Halal sebagai Kekuatan Utama melalui D-8 Halal Expo Indonesia 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam KTT D8 Mesir, Presiden yang juga Ketua KNEKS menyampaikan pentingnya menciptakan rantai nilai halal melalui penguatan jaringan ekonomi halal D-8. Expo ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha Indonesia membangun jaringan Ekonomi Halal Global, sekaligus menarik investasi langsung ke dalam negeri dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari dunia usaha, Ketua Komite Tetap ICCD dan D8 KADIN, Mohamad Bawazeer menilai D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai peluang strategis bagi pengusaha nasional dan regional.
“Bagi pengusaha Indonesia, ini adalah pintu gerbang menuju pasar D-8 yang luas. Bagi pengusaha negara anggota D-8 lainnya, ini adalah kesempatan untuk bermitra dengan Indonesia untuk menyediakan kebutuhun produk halal dunia. Kita wujudkan kolaborasi nyata dari business to business untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
Navigasi Ekonomi 2026: Halal Sebagai Jangkar Stabilitas
Memasuki tahun 2026, dunia usaha menghadapi tantangan fragmentasi perdagangan global, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan. Di sisi lain, Ekonomi halal kini berkembang menjadi kekuatan strategis global—bukan hanya merepresentasikan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi ekonomi, perdagangan internasional, dan pembangunan berkelanjutan sehingga dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan inklusif bagi negara-negara anggota D-8.
Dalam konteks tersebut, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diproyeksikan menjadi solusi diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama ekonomi antar anggota D-8 yang memiliki pasar gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa.
Dukungan juga datang dari dunia usaha, Ketua Komite Tetap ICCD dan D8 KADIN, Mohamad Bawazeer menilai D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai peluang strategis bagi pengusaha nasional dan regional.
“Bagi pengusaha Indonesia, ini adalah pintu gerbang menuju pasar D-8 yang luas. Bagi pengusaha negara anggota D-8 lainnya, ini adalah kesempatan untuk bermitra dengan Indonesia untuk menyediakan kebutuhun produk halal dunia. Kita wujudkan kolaborasi nyata dari business to business untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
Navigasi Ekonomi 2026: Halal Sebagai Jangkar Stabilitas
Memasuki tahun 2026, dunia usaha menghadapi tantangan fragmentasi perdagangan global, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan. Di sisi lain, Ekonomi halal kini berkembang menjadi kekuatan strategis global—bukan hanya merepresentasikan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi ekonomi, perdagangan internasional, dan pembangunan berkelanjutan sehingga dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan inklusif bagi negara-negara anggota D-8.
Dalam konteks tersebut, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diproyeksikan menjadi solusi diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama ekonomi antar anggota D-8 yang memiliki pasar gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa.
Lihat Juga :