Peran Pertamina Tembus Target Lifting Minyak 2025 Diakui

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:07 WIB
loading...
Peran Pertamina Tembus...
Selain menguasai sebagian besar produksi, enam perusahaan yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional, bahkan merupakan anak perusahaan Pertamina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pakar ekonomi dan bisnis Univeritas Airlangga, Profesor Imron Mawardi menilai positif produksi minyak Pertamina sepanjang 2025. Menurutnya kinerja BUMN energi tersebut berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting migas (minyak dan gas) nasional, yang berhasil menembus target lifting dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2025, yang mencapai 605.000 barel per hari (bph).

”Ya, tentu baik. Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu,” kata Imron.

Merujuk data SKK Migas, Imron sependapat, peran Pertamina memang besar. Selain menguasai sebagian besar produksi, enam perusahaan yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional, bahkan merupakan anak perusahaan Pertamina.

Baca Juga: Pertama Kali dalam 9 Tahun, Produksi Minyak Indonesia Naik di 2025

Termasuk PT Pertamina EP Cepu yang bersama ExxonMobil Cepu Limited mengelola Blok Cepu, menjadi penghasil minyak terbesar di Tanah Air. Lainnya adalah PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamin Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Energi OSES.

“Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah oke. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina,” kata dia.



Karena itulah Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja. Melalui lifting yang terus meningkat, diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional. Dengan demikian, imbuhnya, bisa mengurangi impor minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri, yakni sekitar satu juta barel per hari.

”Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun,” lanjut Imron.

Selain dari sisi ketahanan energi, jelas Imron, dengan menguasai sebagian besar produksi minyak nasional, Pertamina juga turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Bukan sekadar dari kontribusi pajak, PNBP maupun dividen, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain.

“Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkage-nya, multiplier-nya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkage-nya itu panjang,” ujar Imron.

Baca Juga: Capaian Lifting Minyak per Juni 2025 Tembus 608 Ribu Barel/Hari Lampaui Target APBN

Artinya, pungkas Imron, banyak sektor lain yang sangat tergantung pada sektor migas sehingga keberadaan industri migas yang baik itu akan mendorong sektor-sektor lain sehingga menghasilkan kegiatan ekonomi cukup besar.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan, bahwa target lifting minyak nasional dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph) resmi tercapai.

Djoko mengungkapkan, pencapaian ini merupakan hasil dari upaya masif di tengah dinamika industri hulu migas yang penuh tantangan sepanjang tahun. "Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 605. Nah alhamdulillah, Alhamdulillah 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605 Alhamdulillah," ujar Djoko menjelang akhir 2025.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Hasil Efisiensi, PHE...
Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
Proyek Tangguh UCC Rampungkan...
Proyek Tangguh UCC Rampungkan Jacket UBA dan Siap Dikirim ke Fakfak
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
2 Kapal Pertamina Masih...
2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Menlu Pastikan Stok BBM Aman
Rekomendasi
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved