India Pangkas Impor, Ratusan Ribu Barel Minyak Rusia Terombang-ambing di Laut

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:51 WIB
loading...
India Pangkas Impor,...
Tanker minyak mentah Rusia menumpuk di laut akibat pemangkasan impor minyak dari India. FOTO/China Daily via Reuters
A A A
JAKARTA - Tanker minyak mentah Rusia menumpuk di laut tanpa tempat untuk membongkar kargo mereka, karena Moskow kesulitan menghidupkan kembali pasar India yang menyelamatkan perdagangan minyaknya ketika pembeli Eropa menarik diri setelah invasi Ukraina.

Dikutip dari Bloomberg, Rusia mengirimkan 3,42 juta barel per hari selama empat minggu hingga 11 Januari 2026, menurut data pelacakan kapal yang dikompilasi oleh Bloomberg. Angka tersebut turun sekitar 450.000 barel per hari dari puncak pra-Natal, menyoroti bagaimana sanksi Barat mulai menekan pendapatan energi kritis Kremlin.

Penurunan ini mencerminkan mundurnya India secara dramatis, yang sebelumnya muncul sebagai salah satu pelanggan minyak mentah Rusia terpenting. Pada Desember 2025, impor minyak mentah Rusia ke India turun 29% dari bulan sebelumnya hingga mencapai level terendah sejak G7 menerapkan batas harga USD60 per barel pada Desember 2022, menurut Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA).

Baca Juga: Trump Ancam Tarif 25% ke Negara Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras

Reliance Industries, operator kompleks penyulingan terbesar tunggal di dunia di Jamnagar, menjadi penggerak utama pengurangan tersebut dengan memotong separuh asupan minyak mentah Rusia pada Desember. Semua pengiriman Desembernya berasal dari Rosneft, tetapi berdasarkan kargo yang dibeli sebelum sanksi AS berlaku. Perusahaan tersebut menyatakan bulan ini bahwa mereka tidak mengharapkan pengiriman minyak mentah Rusia pada Januari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Rekomendasi
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
Berita Terkini
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
Kirim Uang ke Luar Negeri...
Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Hemat: Pakai BRImo dan Nikmati Cashback Rp50.000
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved