India Pangkas Impor, Ratusan Ribu Barel Minyak Rusia Terombang-ambing di Laut

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:51 WIB
loading...
A A A
"Pabrik penyulingan Jamnagar milik Reliance Industries belum menerima kargo minyak Rusia dalam tiga minggu terakhir dan tidak mengharapkan pengiriman minyak mentah Rusia pada Januari," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.



Penyuling milik negara India juga mengurangi impor Rusia sebesar 15% selama Desember, dengan perusahaan seperti Hindustan Petroleum Corporation dan Mangalore Refinery menghentikan atau membatasi pembelian. Pemangkasan tersebut menyusul sanksi AS yang diberlakukan pada Oktober 2025 terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang bertujuan membatasi pendanaan untuk perang Moskow di Ukraina.

Sanksi Menggigit Lebih Dalam

Turki kini menggeser India sebagai importir bahan bakar fosil Rusia terbesar kedua untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, dengan membeli sekitar 2,6 miliar euro senilai hidrokarbon Rusia pada Desember. China tetap menjadi pembeli terbesar, menyumbang 48% pendapatan ekspor Rusia dari importir teratas.

Tekanan terhadap India melampaui sanksi. Presiden Donald Trump memperingatkan pada 5 Januari bahwa Amerika Serikat bisa menaikkan tarif lebih lanjut jika New Delhi tidak membatasi pembelian minyak Rusia.

AS telah menggandakan tarif impor barang India menjadi 50%, dengan 25% secara khusus terkait impor minyak Rusia. Senator Lindsey Graham mengumumkan bulan ini bahwa Trump telah mendukung undang-undang yang bisa memberlakukan tarif hingga 500% terhadap negara-negara yang membeli energi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved