Optimalisasi Fungsi KHDTK, Pertamina Teken MoU dengan Kemenhut
Kamis, 15 Januari 2026 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
VP CSR & SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto menyatakan kerja sama ini mampu memperluas pelaksanaan pengelolaan hutan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh Pertamina melalui program Hutan Lestari. Sejak tahun 2018, lebih dari 13.42 juta pohon telah ditanam, baik mangrove maupun pohon daratan melalui 337 program Hutan Lestari di berbagai wilayah Indonesia. Program ini, jelas dia, berkontribusi pada penyerapan karbon sebesar 222.973 ton CO₂
ekuivalen serta rehabilitasi lahan seluas 891 hektare.
Pertamina juga telah menjangkau 13 lokasi Perhutanan Sosial yang terdaftar di bawah Kementerian Kehutanan dengan 4.783 penerima manfaat langsung. Setiap kelompok masyarakat bahkan mampu menciptakan pendapatan tahunan hingga Rp3 miliar per kelompok.
“Program Hutan Lestari menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang kami rancang sebagi upaya pengelolaan hutan dengan tujuan untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat serta mitigasi bencana. Harapannya kerja sama ini mampu memperluas cakupan wilayah sekaligus kebermanfaatannya,” ungkap Rudi.
Rudi juga menambahkan saat ini Pertamina menaruh perhatian besar terhadap isu kebencanaan yang saat ini terjadi. “Kami harap sinergi ini juga mampu mendorong pemulihan lahan-lahan kritis yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk merehabilitasi lahan kritis dengan luasan 12,7 juta hektare sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana,” tambahnya.
ekuivalen serta rehabilitasi lahan seluas 891 hektare.
Pertamina juga telah menjangkau 13 lokasi Perhutanan Sosial yang terdaftar di bawah Kementerian Kehutanan dengan 4.783 penerima manfaat langsung. Setiap kelompok masyarakat bahkan mampu menciptakan pendapatan tahunan hingga Rp3 miliar per kelompok.
“Program Hutan Lestari menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang kami rancang sebagi upaya pengelolaan hutan dengan tujuan untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat serta mitigasi bencana. Harapannya kerja sama ini mampu memperluas cakupan wilayah sekaligus kebermanfaatannya,” ungkap Rudi.
Rudi juga menambahkan saat ini Pertamina menaruh perhatian besar terhadap isu kebencanaan yang saat ini terjadi. “Kami harap sinergi ini juga mampu mendorong pemulihan lahan-lahan kritis yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk merehabilitasi lahan kritis dengan luasan 12,7 juta hektare sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana,” tambahnya.
Lihat Juga :