Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Capai Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Distribusi ini menunjukkan pergeseran investasi yang semakin kuat ke luar Jawa, sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan dan penguatan kawasan industri baru.
Berdasarkan jenis penanaman modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1.030,3 triliun atau 53,4% dari total investasi, tumbuh signifikan 26,6% (YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6%, dengan pertumbuhan relatif stabil 0,1% (YoY). Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha domestik terhadap prospek ekonomi nasional.
Untuk sebaran lokasi, lima provinsi dengan realisasi PMA dan PMDN terbesar pada 2025 adalah Jawa Barat di posisi pertama dengan Rp296,8 triliun (15,4%), diikuti DKI Jakarta Rp270,9 triliun (14,0%), Jawa Timur Rp145,1 triliun (7,5%), Banten Rp130,2 triliun (6,7%), dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun (6,6%). Masuknya Sulawesi Tengah dalam lima besar mencerminkan kuatnya arus investasi ke kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Jika dilihat khusus untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan utama dengan nilai sekitar USD 9,2 miliar (16,3%), disusul Sulawesi Tengah USD 7,4 miliar (13,2%), DKI Jakarta USD 6,0 miliar (10,6%), Maluku Utara USD 5,2 miliar (9,2%), dan Banten USD 3,6 miliar (6,3%). Dominasi wilayah Sulawesi dan Maluku pada PMA menunjukkan dampak langsung dari proyek-proyek smelter dan industri berbasis mineral.
Baca Juga: Rosan Kejar Target Investasi Rp13.032 Triliun, Dua Kali Lipat dari 10 Tahun Terakhir
Sementara untuk PMDN, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan nilai Rp175,3 triliun (17,0%), diikuti Jawa Barat Rp149,8 triliun (14,5%), Jawa Timur Rp101,8 triliun (9,9%), Banten Rp73,2 triliun (7,1%), dan Kalimantan Timur Rp70,9 triliun (6,9%). Kalimantan Timur tetap menjadi magnet investasi domestik seiring pembangunan kawasan industri dan pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara.
Berdasarkan jenis penanaman modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1.030,3 triliun atau 53,4% dari total investasi, tumbuh signifikan 26,6% (YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6%, dengan pertumbuhan relatif stabil 0,1% (YoY). Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha domestik terhadap prospek ekonomi nasional.
Untuk sebaran lokasi, lima provinsi dengan realisasi PMA dan PMDN terbesar pada 2025 adalah Jawa Barat di posisi pertama dengan Rp296,8 triliun (15,4%), diikuti DKI Jakarta Rp270,9 triliun (14,0%), Jawa Timur Rp145,1 triliun (7,5%), Banten Rp130,2 triliun (6,7%), dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun (6,6%). Masuknya Sulawesi Tengah dalam lima besar mencerminkan kuatnya arus investasi ke kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Jika dilihat khusus untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan utama dengan nilai sekitar USD 9,2 miliar (16,3%), disusul Sulawesi Tengah USD 7,4 miliar (13,2%), DKI Jakarta USD 6,0 miliar (10,6%), Maluku Utara USD 5,2 miliar (9,2%), dan Banten USD 3,6 miliar (6,3%). Dominasi wilayah Sulawesi dan Maluku pada PMA menunjukkan dampak langsung dari proyek-proyek smelter dan industri berbasis mineral.
Baca Juga: Rosan Kejar Target Investasi Rp13.032 Triliun, Dua Kali Lipat dari 10 Tahun Terakhir
Sementara untuk PMDN, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan nilai Rp175,3 triliun (17,0%), diikuti Jawa Barat Rp149,8 triliun (14,5%), Jawa Timur Rp101,8 triliun (9,9%), Banten Rp73,2 triliun (7,1%), dan Kalimantan Timur Rp70,9 triliun (6,9%). Kalimantan Timur tetap menjadi magnet investasi domestik seiring pembangunan kawasan industri dan pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara.
Lihat Juga :