Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Capai Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:29 WIB
loading...
Realisasi Investasi...
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani melaporkan, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani melaporkan, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target Rp1.905,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,7% secara tahunan (year on year/YoY) dan menunjukkan kinerja investasi nasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

"Target investasi realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun, Alhamdulillah tercapai dan melebihi sedikit. Sepanjang tahun 2025 total investasi Rp1.931,2," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: 70% Modal Asing, Proyek Hilirisasi Sepanjang 2025 Tarik Investasi Rp581 Triliun

Dari sisi dampak terhadap ketenagakerjaan, investasi sepanjang 2025 mampu menyerap 2.710.532 tenaga kerja Indonesia, meningkat 10,4% (YoY). Penyerapan tenaga kerja ini berasal dari berbagai sektor, khususnya industri pengolahan, transportasi, pertambangan, hingga kawasan industri dan perkantoran.

Secara wilayah, investasi mulai semakin merata. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3%, dengan pertumbuhan 10,7% (YoY). Sementara itu, Pulau Jawa menyumbang Rp940,0 triliun atau 48,7% dengan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 14,8% (YoY).



Distribusi ini menunjukkan pergeseran investasi yang semakin kuat ke luar Jawa, sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan dan penguatan kawasan industri baru.

Berdasarkan jenis penanaman modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1.030,3 triliun atau 53,4% dari total investasi, tumbuh signifikan 26,6% (YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6%, dengan pertumbuhan relatif stabil 0,1% (YoY). Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha domestik terhadap prospek ekonomi nasional.

Untuk sebaran lokasi, lima provinsi dengan realisasi PMA dan PMDN terbesar pada 2025 adalah Jawa Barat di posisi pertama dengan Rp296,8 triliun (15,4%), diikuti DKI Jakarta Rp270,9 triliun (14,0%), Jawa Timur Rp145,1 triliun (7,5%), Banten Rp130,2 triliun (6,7%), dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun (6,6%). Masuknya Sulawesi Tengah dalam lima besar mencerminkan kuatnya arus investasi ke kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam.

Jika dilihat khusus untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan utama dengan nilai sekitar USD 9,2 miliar (16,3%), disusul Sulawesi Tengah USD 7,4 miliar (13,2%), DKI Jakarta USD 6,0 miliar (10,6%), Maluku Utara USD 5,2 miliar (9,2%), dan Banten USD 3,6 miliar (6,3%). Dominasi wilayah Sulawesi dan Maluku pada PMA menunjukkan dampak langsung dari proyek-proyek smelter dan industri berbasis mineral.

Baca Juga: Rosan Kejar Target Investasi Rp13.032 Triliun, Dua Kali Lipat dari 10 Tahun Terakhir

Sementara untuk PMDN, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan nilai Rp175,3 triliun (17,0%), diikuti Jawa Barat Rp149,8 triliun (14,5%), Jawa Timur Rp101,8 triliun (9,9%), Banten Rp73,2 triliun (7,1%), dan Kalimantan Timur Rp70,9 triliun (6,9%). Kalimantan Timur tetap menjadi magnet investasi domestik seiring pembangunan kawasan industri dan pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara.

Dari sisi sektor usaha, realisasi investasi terbesar masih didominasi sektor manufaktur dan logistik. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai Rp262,0 triliun (13,6%).

Posisi kedua ditempati transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp211,0 triliun (10,9%), disusul pertambangan Rp199,6 triliun (10,3%), jasa lainnya Rp170,5 triliun (8,8%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp140,4 triliun (7,3%). Sementara sektor lainnya secara kumulatif menyumbang 53,2% dari total investasi.

Capaian investasi 2025 ini memperkuat sinyal bahwa strategi hilirisasi, pembangunan kawasan industri, serta perbaikan iklim usaha mulai memberikan dampak nyata, tidak hanya pada nilai investasi, tetapi juga terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi antarwilayah. Pemerintah menargetkan tren positif ini dapat terus berlanjut pada 2026 dengan fokus pada proyek industri bernilai tambah, energi, dan infrastruktur penunjang kawasan ekonomi baru.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Rekomendasi
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Berita Terkini
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved