Perjanjian Dagang Indonesia–EU CEPA Bakal Rampung 2026, Tarif Ekspor ke Eropa 0%
Kamis, 15 Januari 2026 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Satu Tahun Diplomasi Investasi Indonesia Memperkuat Integrasi Ekonomi Global
Lebih jauh, Djatmiko mengatakan tarif 0% ke pasar Eropa itu bisa dinikmati oleh para pelaku usaha pada tahun pertama sejak perjanjian kerja sama perdagangan ditandatangani oleh kedua pihak. "Jadi 95 persen dari total ekspor Indonesia ke EU akan menikmati 0% pada tahun pertama, dan bahkan pada hari pertama," kata dia.
Selain perjanjian IEU-CEPA, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sempat menyebut beberapa perjanjian dagang yang juga tengah dinegosiasikan pemerintah, seperti Indonesia-Peru CEPA (IP-CEPA), Indonesia–EAEU FTA, dan Indonesia-Tunisia PTA.
Adapun dua di antaranya, yakni perundingan dengan Kanada dan Peru, telah mencapai progres signifikan. Selain itu, terdapat pula lima perundingan yang masih berjalan, seperti Indonesia-GCC FTA, ASEAN–Canada FTA, Indonesia-Türkiye PTA, Indonesia-Sri Lanka PTA, dan Indonesia-MERCOSUR CEPA.
Mendag memaparkan, hingga kini Indonesia telah memasuki tahap implementasi 20 perjanjian perdagangan internasional, sementara 12 perjanjian lainnya dalam proses ratifikasi, serta 14 perjanjian tengah dalam proses perundingan.
Lebih jauh, Djatmiko mengatakan tarif 0% ke pasar Eropa itu bisa dinikmati oleh para pelaku usaha pada tahun pertama sejak perjanjian kerja sama perdagangan ditandatangani oleh kedua pihak. "Jadi 95 persen dari total ekspor Indonesia ke EU akan menikmati 0% pada tahun pertama, dan bahkan pada hari pertama," kata dia.
Selain perjanjian IEU-CEPA, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sempat menyebut beberapa perjanjian dagang yang juga tengah dinegosiasikan pemerintah, seperti Indonesia-Peru CEPA (IP-CEPA), Indonesia–EAEU FTA, dan Indonesia-Tunisia PTA.
Adapun dua di antaranya, yakni perundingan dengan Kanada dan Peru, telah mencapai progres signifikan. Selain itu, terdapat pula lima perundingan yang masih berjalan, seperti Indonesia-GCC FTA, ASEAN–Canada FTA, Indonesia-Türkiye PTA, Indonesia-Sri Lanka PTA, dan Indonesia-MERCOSUR CEPA.
Mendag memaparkan, hingga kini Indonesia telah memasuki tahap implementasi 20 perjanjian perdagangan internasional, sementara 12 perjanjian lainnya dalam proses ratifikasi, serta 14 perjanjian tengah dalam proses perundingan.
(akr)
Lihat Juga :