Satu Tahun Diplomasi Investasi Indonesia Memperkuat Integrasi Ekonomi Global

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:04 WIB
loading...
Satu Tahun Diplomasi...
IEU-CEPA memiliki nilai strategis yang tinggi karena menghapus hambatan tarif lebih dari 98% pos tarif dan menciptakan kawasan ekonomi terintegrasi dengan populasi lebih dari 700 juta jiwa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam diplomasi investasi internasional. Melalui strategi yang proaktif, kolaboratif, dan berorientasi hasil, Indonesia berhasil menuntaskan sejumlah perjanjian investasi internasional penting.

Sebut saja seperti Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), Bilateral Investment Treaty (BIT) Indonesia–Kazakhstan, dan Bilateral Investment Treaty (BIT) Indonesia–Timor-Leste. Hal ini merupakan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan peluang investasi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam melakukan perjanjian investasi internasional, berhasil menyelesaikan Investment Protection Agreement dalam kerangka IEU-CEPA .

Baca Juga: Prabowo Ceritakan ke Jokowi tentang IEU-CEPA, BRICS, hingga Tarif Trump

Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif ini secara substantif telah disetujui dan ditandatangani pada 23 September 2025, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan politik yang sebelumnya dicapai antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada 13 Juli 2025 di Brussel. Perjanjian ini merupakan tonggak penting dalam sejarah diplomasi investasi Indonesia.

IEU-CEPA memiliki nilai strategis yang tinggi karena menghapus hambatan tarif lebih dari 98% pos tarif dan menciptakan kawasan ekonomi terintegrasi dengan populasi lebih dari 700 juta jiwa. Selain diharapkan dapat menggandakan nilai perdagangan bilateral dari USD30 miliar menjadi USD60 miliar, perjanjian ini berpotensi menyerap cadangan investasi global Uni Eropa yang mencapai USD 11.000 miliar ke Indonesia, yang hingga saat ini masih sangat kecil realisasinya.

Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, yang berkomitmen mendorong Uni Eropa melakukan diversifikasi penanaman modal dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan prioritas perluasan investasi di kawasan Asia.

Adapun potensi utamanya terletak pada liberalisasi di sektor manufaktur bernilai tambah, energi terbarukan, teknologi hijau, serta jasa profesional, yang semakin mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju industrialisasi berdaya saing tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Rekomendasi
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved