Ternyata, Ada Udang di Balik Diskon Harga Pertalite

loading...
Ternyata, Ada Udang di Balik Diskon Harga Pertalite
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) gencar mempromosikan diskon harga bahan bakar minyak (BBM)jenis Pertalite di sejumlah wilayah di Indonesia. Diskon harga Pertalite yang diberikan Pertamina sebesar Rp1.200 per liter.

CEO Commercial dan Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, diskon harga itu pernah dilakukan Pertamina di daerah Tangerang Selatan (Tangsel). Di situ penurunan harga Pertalite sebesar Rp1.200 per liter menjadi Rp6.450 per liter dari semula Rp7.650 per liter. (Baca juga:Satgas PEN Kejar Realisasi Anggaran Rp100 Triliun, Dua Program Ini Dikebut)

Dalam pelaksanaannya, program diskon Pertalite dilakukan per dua bulan sekali. Dua bulan pertama Pertamina memberikan diskon sebesar Rp1.200 per liter. Kemudian dua bulan berikutnya harga diskon menjadi Rp800, dan dua bulan selanjutnya harga diskon akan terus menurun.

"Diskon per dua bulan. Diskonnya kita turunkan, jadi dua bulan pertama diskonnya Rp1.200, nanti dua bulan selanjutnya turun jadi Rp8.000 dan seterusnya," ujar Mas'ud usai melakukan RDP bersama BAKN DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2020).



Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan diskon Pertalite senilai Rp800 per liter di Kota Denpasar yang dimulai sejak Selasa kemarin.
Untuk di Tangsel sendiri, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III, memberikan promo harga murah dengan membandrol harga Pertalite per liter senilai Rp6.450. Promo ini berlaku di 38 SPBU di wilayah Tangerang Selatan untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi plat kuning. (Baca juga:MA Diskon 1,5 Tahun Vonis Penjara Bekas Cagub Sultra dan Anaknya)

Mas'ud menjelaskan, program ini merupakan bagian dari edukasi dan marketing produk yang dilakukan perseroan pelat merah di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya, agar pengguna premium yang memiliki potensi daya beli besar dapat beralih menggunakan Pertalite.

"Ini edukasi murni marketing. Seseorang punya daya beli yang seharusnya dia kuat membeli produk yang lebih bagus, tetapi karena belum punya pengalaman merasakan BBM bagus kita kasih uji coba," kata dia.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top