Trump Mengakui Revolusi Ekonomi Butuh Pengorbanan, Tak Akan Mudah Bagi Warga AS
Senin, 07 April 2025 - 15:48 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan, warga Amerika bahwa ke depannya tidak akan mudah, seiring kebijakan tarif impor terbaru kepada hampir semua mitra dagang AS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan, warga Amerika bahwa ke depannya tidak akan mudah, seiring kebijakan tarif impor terbaru kepada hampir semua mitra dagang AS. Meski begitu Trump menyakini, langkah tersebut bakal memulihkan kembali kekuatan ekonomi Amerika .
Seperti diketahui tarif impor baru Trump kepada mayoritas mitra dagang AS yang mulai berlaku pada hari Kamis, menyebabkan pasar saham AS menyentuh level terburuk sejak pandemi COVID-19. Sementara itu China memberikan respons lewat pemberlakuan pungutan 34% pada barang-barang asal Amerika, dimana negara-negara lain juga menjanjikan aksi balasan.
Baca Juga: Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
Dalam sebuah postingan di platform Truth Social pada hari Sabtu, presiden AS mengatakan kepada publik Amerika untuk "bertahan teguh" dan mengantisipasi respons masyarakat internasional terhadap kebijakan ekonominya.
"Ini tidak akan mudah, tetapi hasil akhirnya akan bersejarah," tegas Trump.
Seperti diketahui tarif impor baru Trump kepada mayoritas mitra dagang AS yang mulai berlaku pada hari Kamis, menyebabkan pasar saham AS menyentuh level terburuk sejak pandemi COVID-19. Sementara itu China memberikan respons lewat pemberlakuan pungutan 34% pada barang-barang asal Amerika, dimana negara-negara lain juga menjanjikan aksi balasan.
Baca Juga: Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
Dalam sebuah postingan di platform Truth Social pada hari Sabtu, presiden AS mengatakan kepada publik Amerika untuk "bertahan teguh" dan mengantisipasi respons masyarakat internasional terhadap kebijakan ekonominya.
"Ini tidak akan mudah, tetapi hasil akhirnya akan bersejarah," tegas Trump.
Lihat Juga :