Luhut Jengkel Dituding Punya Saham Toba Pulp Lestari: Kampungan Itu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:49 WIB
loading...
Luhut Jengkel Dituding...
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menepis tuduhan yang berseliweran terkait dengan kepemilikan saham di PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menepis tuduhan yang berseliweran terkait dengan kepemilikan saham di PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) . Dalam postingan di Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Ia menegaskan telah lama menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari.

"Saya tidak pernah punya saham , kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtra, yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi. satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004, IUP batu bara di Kutai Kartanegara, ya itu, itulah sampai hari ini milik saya," tegas Luhut dalam video yang diunggah di @luhut.pandjaitan, Senin (12/1).

Ditegaskan juga bahwa kepemilikan saham Luhut hanya di perusahaan tambang batu bara, yakni PT Toba Sejahtra/ PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT Kutai Energi. Sementara itu Luhut menantang pihak-pihak yang menuduhnya memiliki saham di Toba Pulp Lestari untuk membeberkan buktinya.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Menhut Audit PT Toba Pulp atas Dugaan Penyebab Banjir Sumut

"Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin, saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri," tegasnya.



Luhut juga mengaku telah menolak keberadaan Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu, setelah menyaksikan langsung keluhan masyarakat soal kerusakan lingkungan saat menjabat Menperindag pada era Presiden Gus Dur sekitar 2001.

"Nah waktu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja, kita tutup aja. Waktu itu banyaklah rame, ekonomi juga enggak baik. Sehingga waktu itu sempat, kalau saya enggak keliru, itu ditutup sementara. Tapi berjalannya waktu, itu dibuka lagi karena lobinya itu luar biasa," ungkapnya.

Baca Juga: Menhut Segel 4 Lokasi Penyebab Banjir di Sumatera Utara

Kala itu, masyarakat telah berdemo menolak kerusakan lingkungan lebih lanjut akibat operasional perusahaan yang membuat Danau Toba makin keruh, berbau, dan merusak kawasan hutan.

Ditambah Luhut juga mengaku sudah menyampaikan kepada Presiden @prabowo bahwa lahan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Ditekankan olehnya bahwa ke depan akan mengubah eksploitasi menjadi pemulihan yang menumbuhkan harapan.

Pertanian berbasis teknologi dan pemulihan ekosistem akan menjadi upaya untuk memulihkan masa depan masyarakat Tapanuli secara lebih bermartabat. Menanggapi berbagai tuduhan yang bergulir, Luhut ingin menegaskan satu hal bahwa dalam negara yang sehat demokrasinya, kritik harus berdiri di atas data, bukan asumsi belaka.

"Pakai data baru ngomong, jangan asal nuduh. Tidak elok itu asal nuduh. Menurut saya kampungan itu," bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
BPODT Sebut Infrastruktur...
BPODT Sebut Infrastruktur dan Regulasi Kunci Pengembangan Destinasi Danau Toba
Pembangunan Objek Wisata...
Pembangunan Objek Wisata Toba Caldera Resort Tunjukkan Kemajuan
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved