Mengulik Alasan Kenapa Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Selasa, 20 Januari 2026 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Prabowo Ajukan Tiga Calon Deputi Gubernur BI, Salah Satunya Thomas Djiwandono
Ibrahim juga membedakan kondisi di Indonesia dengan Amerika Serikat, di mana ia mencatat bahwa posisi yang diajukan adalah level Deputi, bukan Gubernur Bank Sentral secara langsung, sehingga prosesnya tetap berada dalam koridor penguatan institusi.
Ia menegaskan pemerintah selalu menghormati batasan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku. “Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya,” tandas Purbaya.
Penegasan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi politisasi di tubuh Bank Indonesia. Dengan rotasi ini harapannya terjadi pengayaan perspektif baik di sisi kebijakan moneter maupun pengelolaan keuangan negara, tanpa harus mengorbankan integritas institusi masing-masing.
Ibrahim juga membedakan kondisi di Indonesia dengan Amerika Serikat, di mana ia mencatat bahwa posisi yang diajukan adalah level Deputi, bukan Gubernur Bank Sentral secara langsung, sehingga prosesnya tetap berada dalam koridor penguatan institusi.
Indepedensi Bank Indonesia
Sementara itu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, bahwa indikator hilangnya independensi bank sentral baru terjadi apabila pemerintah secara aktif melakukan campur tangan dalam rapat pengambilan keputusan suku bunga.Ia menegaskan pemerintah selalu menghormati batasan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku. “Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya,” tandas Purbaya.
Penegasan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi politisasi di tubuh Bank Indonesia. Dengan rotasi ini harapannya terjadi pengayaan perspektif baik di sisi kebijakan moneter maupun pengelolaan keuangan negara, tanpa harus mengorbankan integritas institusi masing-masing.
(akr)
Lihat Juga :