Eropa dan AS Saling Gebuk demi Greenland, Paket Tarif Balasan Rp1.825 Triliun Disiapkan
Rabu, 21 Januari 2026 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Potensi langkah balasan Uni Eropa ke AS diyakini mempunyai dua cara yang bisa dipilih. Paling mendesak adalah paket balasan senilai 93 miliar euro, yang dipersiapkan tahun lalu sebagai respons terhadap tarif pertama Trump, namun ditunda setelah kesepakatan sementara perdagangan AS-UE tercapai musim panas lalu.
Seorang diplomat UE kepada Reuters mengatakan, paket itu bisa “secara otomatis diberlakukan kembali pada 6 Februari” jika tidak ada kesepakatan tercapai. Selain itu yang lebih penting, para pemimpin secara aktif membahas penggunaan ACI yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik
Diadopsi pada tahun 2023, instrumen ini memungkinkan blok tersebut untuk memberikan sanksi terhadap pemaksaan ekonomi dengan langkah-langkah seperti membatasi akses pasar, investasi, dan hak kekayaan intelektual. Instrumen ini dirancang dengan mempertimbangkan kekuatan ekonomi sebagai perlawanan.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron dilaporkan secara tegas menyerukan pengaktifan instrumen tersebut setelah menilai ancaman Trump tidak dapat diterima. “Dia akan meminta, atas nama Prancis, pengaktifan Instrumen Anti-Paksaan,” ujarnya menurut Politico.
Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa telah menggelar pertemuan luar biasa dengan para pemimpin UE untuk mengoordinasikan sikap bersatu. Blok tersebut "siap untuk membela diri terhadap segala bentuk paksaan," ujar Costa.
Seorang diplomat UE kepada Reuters mengatakan, paket itu bisa “secara otomatis diberlakukan kembali pada 6 Februari” jika tidak ada kesepakatan tercapai. Selain itu yang lebih penting, para pemimpin secara aktif membahas penggunaan ACI yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik
Diadopsi pada tahun 2023, instrumen ini memungkinkan blok tersebut untuk memberikan sanksi terhadap pemaksaan ekonomi dengan langkah-langkah seperti membatasi akses pasar, investasi, dan hak kekayaan intelektual. Instrumen ini dirancang dengan mempertimbangkan kekuatan ekonomi sebagai perlawanan.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron dilaporkan secara tegas menyerukan pengaktifan instrumen tersebut setelah menilai ancaman Trump tidak dapat diterima. “Dia akan meminta, atas nama Prancis, pengaktifan Instrumen Anti-Paksaan,” ujarnya menurut Politico.
Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa telah menggelar pertemuan luar biasa dengan para pemimpin UE untuk mengoordinasikan sikap bersatu. Blok tersebut "siap untuk membela diri terhadap segala bentuk paksaan," ujar Costa.
(akr)
Lihat Juga :