Gubernur BI Beberkan Penyebab Rupiah Ambruk Nyaris Rp17.000 per Dolar AS
Rabu, 21 Januari 2026 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Sementara dari sisi faktor domestik, Ferry mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menjadi korban peralihan modal-modal asing dari negara berkembang ke negara maju. Selain itu di domestik, persepsi pasar terhadap kondisi fiskal serta pencalonan Deputi Gubernur BI yang baru juga menjadi penyebab.
Meski demikian, Perry menegaskan Bank Indonesia tidak akan ragu melakukan intervensi secara agresif di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Kami tegaskan, Bank Indonesia tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), maupun di pasar spot domestik," tegasnya.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
Menurut Perry, langkah-langkah stabilisasi tersebut dilakukan untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali dan mengarahkan nilai tukar agar kembali menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.
Perry menambahkan, kecukupan cadangan devisa menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat kemampuan BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Cadangan devisa tersebut dikumpulkan pada saat arus modal masuk dan digunakan ketika tekanan terjadi di pasar keuangan. Dengan berbagai langkah tersebut, Perry optimistis stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap terjaga ke depan. "Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," pungkasnya.
Meski demikian, Perry menegaskan Bank Indonesia tidak akan ragu melakukan intervensi secara agresif di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Kami tegaskan, Bank Indonesia tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), maupun di pasar spot domestik," tegasnya.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
Menurut Perry, langkah-langkah stabilisasi tersebut dilakukan untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali dan mengarahkan nilai tukar agar kembali menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.
Perry menambahkan, kecukupan cadangan devisa menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat kemampuan BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Cadangan devisa tersebut dikumpulkan pada saat arus modal masuk dan digunakan ketika tekanan terjadi di pasar keuangan. Dengan berbagai langkah tersebut, Perry optimistis stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap terjaga ke depan. "Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :