Gubernur BI Beberkan Penyebab Rupiah Ambruk Nyaris Rp17.000 per Dolar AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:41 WIB
loading...
Gubernur BI Beberkan...
Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh faktor global dan domestik. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi hampir menyentuh Rp17.000 per dolar AS disebabkan oleh faktor global dan domestik. Namun demikian, Bank Sentral memastikan cadangan devisa negara masih cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar ke depan.

"Cadangan devisa kami cukup besar dan lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Klaim Efek ke Ekonomi Minim

Ia menjelaskan dari sisi faktor global, pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh karena kondisi geopolitik hingga kebijakan tarif resiprokal Trump. Selain itu juga terjadi fenomena aliran modal keluar dari negara berkembang ke negara-negara maju. "Seperti tadi kami sampaikan pada tahun 2026 ini terjadi net outflow USD1,6 miliar, data hingga 19 Januari 2026," tambahnya.



Sementara dari sisi faktor domestik, Ferry mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menjadi korban peralihan modal-modal asing dari negara berkembang ke negara maju. Selain itu di domestik, persepsi pasar terhadap kondisi fiskal serta pencalonan Deputi Gubernur BI yang baru juga menjadi penyebab.

Meski demikian, Perry menegaskan Bank Indonesia tidak akan ragu melakukan intervensi secara agresif di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Kami tegaskan, Bank Indonesia tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), maupun di pasar spot domestik," tegasnya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998

Menurut Perry, langkah-langkah stabilisasi tersebut dilakukan untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali dan mengarahkan nilai tukar agar kembali menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.

Perry menambahkan, kecukupan cadangan devisa menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat kemampuan BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Cadangan devisa tersebut dikumpulkan pada saat arus modal masuk dan digunakan ketika tekanan terjadi di pasar keuangan. Dengan berbagai langkah tersebut, Perry optimistis stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap terjaga ke depan. "Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
126 Negara Berkumpul...
126 Negara Berkumpul di Rusia Bahas Penggulingan Dolar AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved